Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kebakaran Rumah Industri Batik di Kabupaten Pekalongan hingga Bahan Baku Ludes, Ini Penyebabnya

Nanang Rendi Ahmad • Selasa, 9 Juli 2024 | 17:09 WIB

KEBAKARAN: Suasana di lokasi saat api berhasil dipadamkan, di Desa Waru Lor, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Senin (8/7/2024).
KEBAKARAN: Suasana di lokasi saat api berhasil dipadamkan, di Desa Waru Lor, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Senin (8/7/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Sebuah rumah industri batik di Kabupaten Pekalongan terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun pemilik merugi ratusan juta rupiah karena bahan baku ludes. 

Rumah industri batik tersebut milik Zaenal Abidin, 50. Lokasinya di RT 02, RW 01, Desa Waru Lor, Kecamatan Wiradesa. Peristiwa terjadi pada Senin 8 Juli 2024 pukul 09.00 WIB. 

Peristiwa kebakaran ini tergolong besar. Kepulan asap di udara terlihat dari jarak satu kilometer.

Baca Juga: Salah Desain Gapura Bisa Persulit Pemadam Kebakaran

Hal itu mencuri perhatian pengendara yang melintas di Jalan Raya Wiradesa-Bojong, meski lokasi kebakaran berada di dalam permukiman. 

Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten dan Kota Pekalongan turun ke lokasi.

Relawan PMI Kabupaten Pekalongan juga turut membantu proses pemadaman. Juga anggota kepolisian dan TNI.

Kapolsek Wiradesa Kompol Aris Suharsono mengatakan, dari keterangan para saksi dan pemeriksaan di lokasi, api berasal dari kompor malam (lilin untuk membatik). 

Baca Juga: Kota Pekalongan Rawan Kebakaran, Ibu-Ibu PKK Diajari Jadi Petugas Damkar

"Lalu menyambar benda-benda di sekitarnya yang mudah terbakar," ungkapnya. 

Sumber di lapangan yang juga dikutip dalam keterangan pers PMI Kabupaten Pekalongan menyebutkan, kobaran api menjadi sangat besar karena di atas kompor malam terdapat bensin.

Bensin tersebut digunakan untuk bahan campuran malam. 

Atas peristiwa ini kerugian pemilik industri batik ditaksir mencapai Rp 200 juta rupiah. Selain bahan baku ludes, bangunan juga rusak. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kebakaran #industri batik #terbakar #kabupaten Pekalongan #Wiradesa