Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Cerita Ahmad Ridhowi dan Umi Farida, Kakak-Adik Anak Bakul Ikan Pindang jadi Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan

Nanang Rendi Ahmad • Jumat, 16 Agustus 2024 | 20:04 WIB

INSPIRATIF: Ahmad Ridhowi dan Umi Farida saat membagikan ikan pindang ke warga sebelum pelantikan mereka sebagai anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Rabu (14/8/2024).
INSPIRATIF: Ahmad Ridhowi dan Umi Farida saat membagikan ikan pindang ke warga sebelum pelantikan mereka sebagai anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Rabu (14/8/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Haru bercampur bahagia tampak di wajah Ahmad Ridhowi dan Umi Farida, Rabu siang 14 Agustus 2024. 

Kakak-adik itu didampingi rombongan sanak saudara, tetangga, hingga pendukungnya ke gedung DPRD Kabupaten Pekalongan.

Iya, kakak-adik anak bakul ikan pindang ini akan dilantik jadi anggota DPRD Kabupaten Pekalongan siang itu.

Sebelum acara pelantikan, mereka dan rombongan menyempatkan berhenti di kawasan Alun-Alun Kajen. 

Tapi bukan untuk wisata. Di sana, ternyata mereka membagi-bagikan ikan pindang ke warga yang melintas. 

Baca Juga: Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan 2024-2029 Resmi Dilantik, Ada Putra Bupati hingga Kakak-Adik Anak Pedagang Ikan Pindang

"Ini sebagai bentuk syukur, sekaligus agar kami ingat dari mana kami berasal," kata Ahmad Ridhowi ditanya tentang tujuan membagi-bagikan pindang. 

Ia mengaku, hari itu seperti mimpi. Ia, begitu pun adiknya, tak menyangka bisa sampai ke titik ini. 

Ia bercerita, rasanya baru kemarin ia dan keluarganya merasakan makan nasi jagung campur garam dan parutan kelapa.

"Kini pun tetangga masih ada yang terharu karena mereka melihat masa lalu kami yang prihatin. Ada yang mengenang sering melihat saya dulu kerap dimarahi bapak. Bapak memang keras, maklum orang kurang makan pasti sulit mengelola emosi," kenang Ridhowi. 

Baca Juga: Jadi Legislator Termuda di DPRD Kota Pekalongan, Ini yang akan Dilakukan Meutia Azkia M Desky

Hidup Ridhowi bisa berubah setelah beberapa menit ia menjadi pengusaha batik. Itu pun ia capai tidak dengan instan. Jauh sebelum jadi pengusaha, berbagai pekerjaan ia lakoni. 

Salah satunya, Ridhowi pernah menjadi tukang penjual kayu bakar yang menyuplai ke rumah-rumah industri batik. 

“Bermula dari situ saya jadi punya hubungan dengan bos-bos batik yang akhirnya ada jalan saya buka usaha batik sendiri,” ungkapnya. 

Selain itu, Ridhowi juga pernah menjadi tukang foto di acara-acara resepsi pernikahan. 

"Dan akhirnya saya bisa buka studio foto sendiri. Jadi alhamdulillah kepahitan yang saya lakoni itu jadi jalan baik tersendiri," ucapnya. 

Tertarik ingin menjadi anggota dewan bukan semata-mata keinginan Ridhowi. Ia, dan adiknya Umi Farida, awalnya hanya ingin mewujudkan mimpi sang bapak. 

“Bapak itu mendambakan anak-anaknya jadi pegawai, yang saya tangkap begitu. Jadi saya jadi caleg kemarin itu salah satu dorongannya, ya, ingin mewujudkan mimpi Bapak,” kata warga Desa Pangkah, Kecamatan Karangdadap ini. 

Baca Juga: 35 Anggota DPRD Kota Pekalongan Resmi Dilantik, Ini Daftar Anggotanya

Berkat jaringan luas dan komunikasi apik di masyarakat, Ridhowi dan Umi Farida nyatanya mampu mendulang suara di Pemilu 2024 lalu. Mereka mampu meraih kursi dewan. 

Di tengah kegembiraan dan gegap gempita hati Ridhowi dan Umi saat ini, ada hal yang tetap membuatnya sedih. Sang bapak meninggal dan tidak sempat menyaksikan dua anaknya dilantik menjadi anggota dewan.

"Bapak saya meninggal pas saya sudah memenangkan pemilu. Beliau padahal sempat berkata, meski ngesot akan datang ke pelantikan saya dan Umi. Jadi sudah menyaksikan anaknya menang, tapi tidak bisa menyaksikan saat kami dilantik," kata Ridhowi berkaca-kaca. (nra/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #Umi Farida #dprd #pindang #Ahmad Ridhowi