Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bulan Ini Gerakan Pasar Murah Kabupaten Pekalongan Digelar Empat Kali di Tiga Titik, Di Mana Saja?

Nanang Rendi Ahmad • Senin, 19 Agustus 2024 | 13:11 WIB

PASAR MURAH: Suasana Gerakan Pasar Murah di halaman kantor Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jumat (16/8/2024).
PASAR MURAH: Suasana Gerakan Pasar Murah di halaman kantor Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jumat (16/8/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pekalongan kembali menggerakkan operasi Pasar Murah.

Bulan ini, gerakan tersebut diproyeksikan bakal empat kali digelar di tiga titik berbeda meskipun harga bahan pokok di pasaran masih stabil. 

Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (setda) Kabupaten Pekalongan Retno Sukiyatiningsih menjelaskan, gerakan pasar murah digelar bulan ini memang bukan untuk merespons fenomena kenaikan harga.

Melainkan lebih kepada stabilisasi pasokan dan harga pangan. 

Bulan Agustus ini, kata Retno, masyarakat baru saja menghadapi pengeluaran lebih banyak dan besar.

Salah satunya untuk keperluan anak masuk sekolah. 

"Jadi TPID yang diketuai oleh Ibu Bupati ini kami gelar kembali di bulan ini, menghadirkan harga pangan yg terjangakau dan berkualitas, agar daya beli masyarakat terjaga," ungkapnya. 

Jumat (16/8/2024) kemarin, rangkaian Pasar Murah pertama digelar di halaman kantor Kecamatan Wonopringgo.

Kedua, akan digelar pekan depan di Kecamatan Talun.

Lalu ketiga dan keempat bakal digelar di acara Pekan Raya Kajen (PRK).

Retno mengatakan, pihaknya tidak sembarang memilih titik dalam menggelar pasar murah.

TPID Kabupaten Pekalongan mengutamakan wilayah-wilayah yang bukan penghasil/produsen pangan dan titik yang tidak dekat dengan pasar tradisional. 

"Wonopringgo itu bukan wilayah penghasil pangan. Kalau Talun iya, tapi di sana tidak dekat dengan pasar tradisional. Kalau yang di PRK, tujuannya biar menjangkau lebih luas karena masyarakat dari mana-mana berkunjung ke sana," ucapnya. 

 

Pasar Murah ini menggandeng Bank Indonesia (BI) Tegal dan Bulog.

Analis Junior BI Tegal Iwan Yunanto mengatakan, empat kali pasar murah bulan ini masing-masing menyediakan 500 paket bahan pokok merah. 

"Masing-masing paket terdiri atas 5 kilogram beras SPHP dari bulog, satu kilogram gula pasir, lalu satu liter minyak goreng. Di samping itu ada telur ayam, total kami sediakan 120 kilogram, bawang merah, dan bawang putih juga ada," ucapnya. 

Ia menambahkan, peran BI Tegal di Pasar Murah ini sebagai pihak penyubsidi.

"Yang sedianya harga per paket Rp 90 ribu kami subsidi menjadi Rp 80 ribu," jelasnya. (nra/ida)

 

Editor : Ida Nor Layla
#tpid #harga sembako #Gerakan Pasar Murah #kabupaten Pekalongan #bi tegal