METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Progres pembangunan hunian relokasi korban abrasi dan rob Simonet, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, sudah 60 persen.
Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pekalongan menargetkan November nanti pembangunan rampung dan dapat dihuni warga terdampak. Hunian relokasi ini dibangun di Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto.
Dulunya merupakan lahan milik Pemkab Pekalongan yang kemudian dihibahkan untuk kepentingan relokasi ini.
Total 100 unit hunian yang dibangun. Nantinya akan diserahkan kepada 66 kepala keluarga (KK) warga simonet dan sisanya untuk warga warga bantaran Sungai Mrican-Sungai Buangan Pekuncen yang juga merupakan korban terdampak rob.
Baca Juga: Sertifikasi Tanah Warga Relokasi Simonet Kabupaten Pekalongan Rampung, Segini Jatah Per KK
"Rata-rata sudah 60 persen progres pembangunan hunian itu. Sudah berdiri dindingnya, dan juga ada yang sudah sampai ke tahap pemasangan atap," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Dinperkim-LH) Kabupaten Pekalongan Abduh Gazali.
Proyek ini bukan hanya didanai oleh Pemkab Pekalongan.Melainkan juga didukung oleh Pemerintah Provinsi Jateng dan CSR dari sejumlah pihak.
Selain hunian, proyek ini sekaligus membangun fasilitas umum seperti jalan, instalasi air, hingga tempat ibadah.
Baca Juga: DPRD Dorong Pemkab Pekalongan Manfaatkan Dusun Simonet jadi Lahan Hutan Mangrove atau Budidaya Ikan
"Kalau progres fasilitas umumnya seperti jalan baru 30-an persen. Itu belum dibeton karena saat ini jalannya masih digunakan untuk akses drop material pembangunan rumah," jelas Gazali.
Masing-masing KK terdampak akan mendapat jatah lahan sekitar 63,6 meter persegi.
Dari total itu, 36 meter persegi lebih digunakan untuk bangunan hunian. Warga akan menerima jatah lahan tersebut dengan status sertifikat hak milik (SHM).
"Penyertifikatannya sudah diselesaikan oleh pihak Kantor Pertanahan. Jadi nanti tinggal serah terima ke warga ketika hunian sudah jadi," ungkapnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla