Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Gelar Demo dan Audiensi di Pemkab Pekalongan, Warga Desa Wuled Kecewa Kades Wasduki Tak Dihadirkan

Nanang Rendi Ahmad • Selasa, 1 Oktober 2024 | 17:19 WIB

DEMO: Warga Desa Wuled saat menggelar demonstrasi di halaman parkir kantor Bupati Pekalongan dan Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (30/9/2024).
DEMO: Warga Desa Wuled saat menggelar demonstrasi di halaman parkir kantor Bupati Pekalongan dan Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (30/9/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Perjuangan warga Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, untuk menurunkan kepala desa mereka belum surut.

Setelah dua kali menggelar aksi demo di depan balai desa setempat, mereka giliran menggeruduk Sekretariat Daerah (setda) Kabupaten Pekalongan, Senin (30/9/2024).

Datang berombongan puluhan orang, perwakilan mereka diterima audiensi di ruang rapat Asisten I Setda Kabupaten Pekalongan.

Sejumlah pejabat Pemkab Pekalongan hadir di sana. Di antaranya Asisten I Wiryo Santoso, Kepala Inspektorat Ali Reza, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Agus Dwi Nugroho, Camat Tirto Siswanto, dan Kepala Bakesbangpol Haryanto Nugroho. 

AUDIENSI: Warga Desa Wuled saat diterima audiensi di ruang rapat Asisten I Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (30/9/2024).
AUDIENSI: Warga Desa Wuled saat diterima audiensi di ruang rapat Asisten I Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (30/9/2024).

Warga menyampaikan sejumlah keresahan mereka terhadap Kepala Desa Wuled Wasduki Djazuli. Di antaranya soal dugaan penjualan tanah kas desa (bengkok), absennya transparansi di setiap proyek yang berjalan di Wuled pada era kepemimpinan Wasduki, penghentian turnamen sepak bola yang selama ini jadi ikon desa, hingga sikap arogan dan angkuhnya Wasduki.

Alih-alih puas, warga justru kecewa usai beraudiensi dengan Pemkab Pekalongan. Sebab Wasduki selaku pihak yang ada dalam persoalan justru tidak dihadirkan untuk duduk bersama.

Kekecewaan warga bertambah, mengingat pada aksi kedua di Balai Desa Wuled Wasduki juga tidak muncul. 

"Kami datang ke sini dengan harapan Pemkab Pekalongan bisa menghadirkan Wasduki. Tapi ternyata di forum audiensi tadi dia tidak ada, kami tidak tahu alasannya apa," kata perwakilan warga, Budi Pranoto usai audiensi.

Budi mengatakan, warga merasa forum itu sia-sia dan percuma karena Wasduki tidak dihadirkan.

Pihak Pemkab Pekalongan, lanjut dia, hanya mencatat aspirasi dan keluhan warga atas Wasduki. 

"Kami tidak berhadapan langsung dengan orang yang kami tuntut. Jadi boleh dikatakan audiensi tadi, bagi kami, tidak ada hasil," ujarnya. 

Rohman, salah seorang warga juga menyatakan kekecewaannya. Ia bahkan menyayangkan para pejabat Pemkab Pekalongan yang menurutnya punya otoritas tapi tidak bisa menghadirkan Wasduki ke audiensi. 

"Menurut kami itu bentuk pembangkangan Wasduki. Mestinya dia sudah jadi catatan bagi Pemkab Pekalongan," tambahnya. 

Warga bertekad akan terus menggelar aksi demo secara berkelanjutan hingga Wasduki meletakkan jabatannya.

Bagi warga, yang terpenting cara-cara normatif dan baik sudah ditempuh.

"Apabila tidak ada tindak lanjut dari pihak-pihak berwenang, warga akan lanjut demo terus sampai Wasduki turun,"kata para warga.

Sementara itu Asisten I Setda Kabupaten Pekalongan Wiryo Santoso mengatakan, pihaknya sudah mencatat semuanya keluhan dan keresahan warga.

"Tentu ini selanjutnya akan kami sampaikan ke pimpinan sebagai bahan tindak lanjut," ucapnya. 

Menurut Wiryo, dalam audiensi ini memang hanya dalam rangka mendengarkan keresahan warga. Belum waktunya  menghadirkan Kades Wasduki. 

"Jadi nanti ketika ini (hasil audiensi) ditindaklanjuti, tentu akan kami hadirkan beberapa pihak yang terkait," jelasnya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#demo #Desa Wuled #kabupaten Pekalongan #Wasduki Djazuli #tirto