METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemkab Pekalongan mengurungkan sementara wacana relokasi Pasar Kajen.
Padahal wacana ini pernah bergulir dan sudah gencar dibicarakan publik.
Pemkab kini mengganti fokus ke penanganan pedagang atas kian rusaknya bangunan pasar tersebut.
"Kondisi per hari ini, untuk sementara tidak ada wacana pemindahan Pasar Kajen. Jadi para pedagang sebenarnya tidak usah khawatir (direlokasi)," tegas Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar, Senin 14 Oktober 2024.
Pasar Kajen sedianya hendak dipindah ke wilayah Desa Sinangohprendeng, Kecamatan Kajen.
Sejak muncul, wacana relokasi ini memang mendapat penolakan dari pedagang.
Alasan penolakannya rata-rata karena khawatir pasar sepi pembeli dan berdampak pada omzet mereka.
Akbar menampik keras urungnya rencana relokasi Pasar Kajen ini berkaitan dengan politik jelang pilkada.
Ia menjabarkan bahwa pemindahan pasar tersebut pun merupakan proyek yang akan menggunakan anggaran pemerintah pusat.
Sejak wacana bergulir, anggaran dari pusat pun belum kunjung turun.
"Saya tidak mau menjawab itu soal itu (politik). Konsen saya selaku sekda adalah ranah teknokratis dan teknis. Jadi saya tidak akan mengoneksikan dengan urusan-urusan politik. It's not my bussines (itu bukan urusan saya)," ucapnya.
Akbar menambahkan, pihaknya saat ini tengah fokus soal keamanan pedagang dari kondisi bangunan Pasar Kajen.
Pasalnya, kerusakan pasar tersebut dua tahun lalu sudah 40-an persen.
"Jadi ini sedang saya minta dinas teknis untuk mengecek kondisi fisik Pasar Kajen saat ini. Kami sedang tunggu hasil kajiannya, nanti apakah aman atau tidak apabila tetap digunakan untuk berdagang," jelasnya.
Apabila hasilnya tidak aman, lanjut Akbar, pihaknya tentu akan mengambil langkah. Entah itu memindahkan pedagang ke pasar darurat, atau langkah lain.
"Yang jelas bagaimanapun keselamatan pedagang adalah yang utama," tandasnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla