Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bus Pariwisata Terguling di Jalur Paninggaran Kajen Kabupaten Pekalongan, Begini Pengakuan Penumpang

Nanang Rendi Ahmad • Minggu, 20 Oktober 2024 | 03:32 WIB

KECELAKAAN: Proses evakuasi korban kecelakaan bus di jalur Paninggaran-Kajen, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (19/10/2024).
KECELAKAAN: Proses evakuasi korban kecelakaan bus di jalur Paninggaran-Kajen, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (19/10/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Sebuah bus pariwisata Berlian Trans terguling di jalur Paninggaran-Kajen, Kabupaten Pekalongan, Sabtu sore 19 Oktober 2024.

Bus ini ternyata berisi rombongan satu keluarga, berisi 33 orang. Dua penumpang terjepit, satu di antaranya tewas. 

Dalam video beredar, bus bernopol A 7558 ZA tersebut tampak sudah dalam keadaan tergeletak di tepi jalan yang menikung.

Posisinya nyaris masuk ke jurang. Bus ringsek, kaca-kacanya pecah. Tampak para penumpang (diduga yang selamat), tengah menangis histeris di sekitaran lokasi, tepatnya di wilayah Bojonglarang, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. 

Eep, 36, salah satu penumpang, mengatakan sejak awal perjalanan bus ia rasakan sudah tidak sehat.

“Kalau saat kejadian, saya tidak tidur. Ya karena jakannaim turun. Di lokasi rem blong, langsung tidak terkendali, dan terbalik,” katanya.

Sebelum terguling, bus menbarak dua pemotor. Eep menambahkan, bus pariwisata ini disewa keluarga asal Tangerang untuk menghadiri acara pernikahan kerabat di Kabupaten Banjarnegara.

“Dari sana (Banjarnegara), jam setengah tiga sore. Bus sudah tidak enak. Baru dua jam perjalanan pulang, seperti ini (terguling),” kata Eep.

Selain satu tewas, banyak korban luka-luka. Rata-rata patah tulang.

Proses evakuasi penumpang oleh Tim SAR berlangsung cukup lama. Sebab ada dua penumpang terjepit. 

Korban yang tewas merupakan satu dari yang terjepit itu. 

Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Joko Supriyanto mengatakan, peristiwa ini masih dalam penanganan pihak kepolisian. 

“Kami masih evakuasi korban dan badan kendaraan, agar arus lalu lintas kembali normal. Untuk korban, masih kami data,” singkatnya.

Pantauan koran ini, ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan dipenuhi korban kecelakaan bus ini.

Hingga Sabtu malam 19 Oktober 2024, dipastikan korban tewas hanya satu orang. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#bus pariwasata #kabupaten Pekalongan #Terguling #Linggoasri #kecelakaan