Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Imbas Tanggul Jeruksari Kabupaten Pekalongan Jebol, Ratusan Orang Mengungsi, Tiga TPS Direlokasi

Nanang Rendi Ahmad • Selasa, 26 November 2024 | 18:20 WIB

JEBOL: Warga bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri masih terus gotong royong menutup jebolan tanggul sungai Bremi di Desa Jeruksari, Kabupaten Pekalongan, Senin (25/11/2024).
JEBOL: Warga bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri masih terus gotong royong menutup jebolan tanggul sungai Bremi di Desa Jeruksari, Kabupaten Pekalongan, Senin (25/11/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Jebolnya tanggul Sungai Bremi di wilayah Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, berimbas banjir.

Ratusan orang terdampak dan harus mengungsi. KPU Kabupaten Pekalongan pun berencana akan memindahkan tiga tempat pemungutan suara (TPS) Pilkada Serentak 2024 dari lokasi semula. 

Tanggul jebol terjadi pada Sabtu 23 November 2024. Hingga Senin kemarin 25 November 2024, masih dalam penanganan.

Dampak tidak hanya dirasakan warga Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Banjir justru lebih luas dan parah menggenangi sejumlah kelurahan di wilayah Kota Pekalongan. Sebab sungai Bremi berada di perbatasan Kabupaten dengan Kota Pekalongan.

Di Kabupaten Pekalongan, dampak dirasakan di tiga desa yakni Desa Jeruksari, Tegaldowo, dan Mulyorejo. Namun tidak merata, hanya di beberapa titik.

Sekdes Mulyorejo Akhmad Nurul Huda mengatakan, di wilayahnya hanya sebagian kecil terdapat genangan. 

"Kalau di Mulyorejo belum ada warga yang mengungsi. Hanya sedikit terdampak genangan,"ucapnya. 

Sekdes Tegaldowo Tuti mengatakan, total ada 774 Kepala Keluarga (KK) di Tegaldowo yang terdampak banjir.

"Kalau yang mengungsi ada, tapi belum kami data lengkap," ungkapnya kemarin siang. 

Terpisah, Camat Tirto Siswanto mengatakan, hasil pendataan sementara per Senin (25/11/2024) sore terdapat 932 KK terdampak banjir akibat jebolnya tanggul ini. 

"Untuk pengungsi kurang lebih 150 orang, sebagian di rumah Kades Tegaldowo, sebagian lagi mengingsi di kerabat mereka di luar desa," singkatnya. 

Banjir belum bisa diprediksi kapan surut. KPU Kabupaten Pekalongan telah bergerak untuk memitigasi peristiwa ini kaitannya dengan lokasi TPS.

Mengingat Rabu 27 November 2024 akan dilaksanakan coblosan Pilkada Serentak 2024. 

Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Laelatul Izah mengatakan, sementara ini ada tiga TPS yang perlu direlokasi dari titik semula karena terendam banjir. Satu TPS di Desa Jeruksari, dua di Desa Tegaldowo. 

"Kami akan pindah ke tempat yang tinggi (aman dari banjir) meski aksesnya tetap banjir. Misalnya yang di Jeruksari itu kami pindah di TPQ (Taman Pendidikan Quran)," ucapnya.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan, peristiwa tanggul jebol ini sudah pihaknya laporkan ke Pemrov Jateng. Sebab, kata dia, tanggul tersebut merupakan wewenang Pemprov Jateng. 

"Tapi kami Pemkab Pekalongan juga sudah menyikapi dengan membuat tanggul darurat,"ungkapnya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #banjir #Desa Jeruksari #tanggul jebol