METROPEKALONGAN.COM, Kajen - KPU Kabupaten Pekalongan mengklaim partisipasi pemilih di lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang direlokasi masih terbilang tinggi.
Dari lima, hanya satu TPS yang rendah partisipasi. Seperti diketahui, KPU Kabupaten Pekalongan terpaksa merelokasi lima TPS di tiga desa di Kecamatan Tirto karena terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Bremi di wilayah Desa Jeruksari.
Lima tersebut yakni TPS 09 dan 08 Desa Jeruksari, TPS 03 dan 04 Desa Tegaldowo, lalu TPS 06 Desa Karangjompo.
Berdasarkan data KPU, di TPS 09 Desa Jeruksari, dari jumlah 552 Daftar Pemilih Tetap (DPT) 464 orang yang hadir. Sedangkan di TPS 08 desa yang sama, dari 564 DPT terdapat 472 pemilih yang hadir.
Di TPS 03 Desa Tegaldowo, dari jumlah DPT 594, ada 488 pemilih yang hadir. Sedangkan di TPS 04 desa yang sama, dari DPT 585, pemilih hadir sebanyak 457 plus 1 orang Daftar Pemilih Khusus (DPK).
Di TPS 06 Karangjompo, dari jumlah DPT 489, pemilih yang hadir 299 orang. Komisioner KPU Kabupaten Pekalongan Divisi Sosdiklih-Parmas Dika Redana mengatakan, TPS 06 Karangjompo ini merupakan yang terendah partisipasinya di antara lima TPS relokasi.
"Prosentasenya partisipasinya 61 persen. Empat TPS lainnya, kehadiran pemilih masih terbilang tinggi," ujarnya.
Komisioner KPU Kabupaten Pekalongan Divisi Hukum dan Pengawasan Fatkhuddin menambahkan, antusiasme masyarakat di TPS terdampak banjir itu masih tergolong tinggi.
Soal satu TPS yang partisipasinya masih rendah, kata dia, karena di Karangjompo saat banjir banyak warga yang mengungsi ke rumah saudara atau di tempat lain.
"Akan tetapi kawan-kawan PPS gencar menyosialisasikan kepasa warga dan mengajak untuk mencoblos. Bahkan ada upaya penjemputan ke rumah calon pemilih dengan menerjang banjir," ucapnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla