METROPEKALONGAN.COM, Kajen - DPRD Kabupaten Pekalongan meminta PT Hardases Abadi Indonesia (HAI) turut menyerap tenaga kerja lokal.
Pabrik produksi sepatu merek ternama yang berlokasi di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pelalongan, saat ini belum beroperasi. Rencananya akan mulai pertengahan tahun ini.
Permintaan penyerapan tenaga kerja lokal tersebut, DPRD sampaikan langsung ke PT HAI saat kunjungan mereka ke pabrik pada Kamis 9 Januari 2025.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir mengatakan, pertemuannya dengan PT HAI hari itu menghasilkan semacam kesepakatan soal penyerapan tenaga kerja lokal.
"Iya, ada semacam kesepakatan terkait sinkronisasi antara kebutuhan tenaga kerja dengan angkatan kerja yang tersedia," ungkapnya.
Munir menambahkan, pihaknya meminta PT HAI nanti memprioritaskan tenaga kerja lokal. Namun tetap menerapkan kualifikasi standar keterampilan pekerja yang pabrik butuhkan.
"Karena bagaimana pun, semua pabrik atau perusahaan tentu memiliki standar pekerja yang mereka butuhkan masing-masing," ucapnya.
Humas PT HAI Iin Herlina menanggapi, pihaknya menyambut positif kunjungan DPRD.
Menurutnya, itu bentuk adanya perhatian dari pemerintah setempat terhadap PT HAI.
Ia mengakui banyak masukan dari DPRD dan Pemkab Pekalongan dalam pertemuan itu.
"Soal (masukan terkait penyerapan) tenaga kerja, kami akan prioritaskan tenaga kerja dari desa tempat pabrik ini berdiri yakni Wangandowo, Sampih, dan Sokosari. Kami akan kolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat dalam perekrutan karyawan nanti," ujarnya.
Target pertama PT HAI akan merekrut sebanyak total 2.000 karyawan. Jumlah tersebut akan bertambah apabila ada peningkatan produksi.
Namun PT HAI belum bisa menjawab berapa persen tenaga kerja lokal yang akan mereka serap dari total kuota 2.000 orang. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla