METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Tim SAR kembali menemukan tiga korban tewas akibat longsor di Desa Kasimpar, Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.
Hingga Rabu siang 22 Januari 2025, total menjadi 20 korban tewas yang sudah ditemukan. Sementara korban hilang sebanyak 8 orang.
Tiga korban tewas yang ditemukan salah satunya ialah Abiyan, bayi lima bulan yang sejak kejadian dilaporkan hilang.
Ibu dan kakaknya yang juga tewas, sudah ditemukan lebih dulu pada hari Selasa 21 Januari 2025.
Berdasarkan data korban yang tercantum di posko bencana, dari 20 korban tewas yang sudah ditemukan, hanya tujuh yang merupakan warga Kasimpar.
Lainnya warga desa lain di Petungkriyono dan ada satu yang merupakan warga Tengeng Kulon, Kecamatan Siwalan.
Warga desa lain yang turut menjadi korban ini merupakan pengunjung kafe (coffee shop) dan orang-orang yang berteduh di rumah Sekdes Kasimpar Sularso.
Nahas, kafe dan rumah Sekdes Kasimpar ini turut tertimbun longsor.
Pantauan Jawa Pos Metro Pekalongan di lokasi, pencarian masih terus dilakukan.
Kali ini melibatkan alat berat hingga anjing pelacak. Pangdam Diponegoro, Kapolda Jateng, Pj Gubernur Jateng, Bupati Pekalongan, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun ke lokasi.
Tidak seperti hari sebelumnya, cuaca di lokasi kali ini cerah. Tim SAR dan relawan tak terkendala kabut dan hujan.
Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Rizky Aditya mengatakan, ada pembagian dalam penanganan bencana ini.
Pertama yang khusus membersihkan material longsor yang menutup akses, lalu tim pencari korban di sekitaran longsoran rumah Sekdes dan kafe.
"Kemudian ada tim yang khusus pencarian di aliran sungai Welo yang kemungkinan juga ada korban," ucapnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla