Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Satu Korban Longsor Petungkriyono Belum Ditemukan, Diduga Berada di Beda Lokasi

Nanang Rendi Ahmad • Selasa, 28 Januari 2025 | 04:11 WIB

EVAKUASI: Evakuasi korban tewas hasil pencarian hari kelima, Sabtu (25/1/2025), Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.
EVAKUASI: Evakuasi korban tewas hasil pencarian hari kelima, Sabtu (25/1/2025), Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Korban tewas akibat longsor Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, kini menjadi 25 orang.

Ini setelah tim SAR gabungan kembali menemukan dua korban tewas pada Sabtu 25 Januari 2025.

Tinggal satu orang belum ditemukan yang diperkirakan tak berada di areal sama dengan  korban lainnya. 

Satu korban yang masih belum ditemukan ialah atas nama Teguh Imanto, warga Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono.

Hingga Minggu 26 Januari 2025, korban belum juga ditemukan. Tim SAR gabungan masih terus melanjutkan pencarian.

Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Rizky Aditya menerangkan, korban Teguh diperkirakan tidak berada di lokasi tempat 25 korban tewas lainnya ditemukan.

Dari hasil pengumpulan keterangan saksi-saksi, saat kejadian Teguh berada di sekitaran jembatan Sipingit. 

"Jaraknya kurang lebih 11 kilometer dari sini (lokasi longsor Desa Kasimpar, Red)," ucapnya. 

Rizky mengungkapkan, Minggu 26 Januari 2025 tim sudah melakukan penyisiran di sekitaran jembatan yang terletak di aliran Sungai Welo tersebut. 

"Penyisiran juga sampai di ke wilayah Kecamatan Doro, di sepanjang aliran sungai," ungkapnya.

Sementara itu dua korban tewas yang ditemukan pada pencarian hari kelima (Sabtu) ialah atas nama Tegar Hapriyanto dan Nasrullah Amin.

Keduanya bukan warga Kecamatan Petungkriyono. Tegar warga Denasri Kulon, Kabupaten Batang, sedangkan Amin warga Buaran, Kota Pekalongan. 

Keduanya ditemukan di timbunan longsor sekitaran kafe Allo.

Diduga mereka merupakan dua diantara sekian orang yang saat jelang kejadian berada di kafe tersebut.

Keterangan SAR Bumi Santri dan Polres Pekalongan, kedua korban sebenarnya sudah ditemukan sejak Jumat 24 Januari 2025.

Namun baru bisa dievakuasi pada hari berikutnya. Sebab posisi jasad terhimpit bebatuan dan tim SAR terpaksa menghentikan proses evakuasi karena cuaca tak mendukung. 

"Cuaca saat itu hujan, jadi evakuasi dilanjutkan hari berikutnya," kata Kasi Humas Polres Pekalongan Iptu Suwarti.

Korban Luka Berangsur Membaik

Delapan korban luka yang menjalani perawatan di RSUD Kajen dikabarkan sudah berangsur membaik.

Lima di antaranya bahkan sudah diperbolehkan pulang pada Minggu 26 Januari 2025.

Mereka ialah Musrofin, 23, (Desa Tlogopakis), Wasis Efendi, 29, (Tlogopakis), Tarsono, 41, (Kasimpar), Watmi, 47, (Tlogopakis), dan Nasirin, 37, (Tlogopakis). 

Direktur RSUD Kajen Imam Prasetyo mengatakan, lima pasien tersebut tidak semuanya langsung pulang ke tempat tinggalnya. Hanya Watmi dan Nasirin yang kembali ke rumah masing-masing. Tiga lainnya ke rumah saudara.

"Ada tiga korban yang masih harus kami rawat yakni Susanti, Khusniah, dan Junandar. Ketiganya warga Petungkriyono," katanya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #jumlah korban #Longsor Petungkriyono