METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Hati-hati melintas di jalur Kajen-Bojong, Kabupaten Pekalongan.
Pasalnya, banyak lubang bermunculan usai aspal kerap diguyur hujan belakangan ini.
Di beberapa titik warga memasangi pohon pisang hingga barang-barang seadanya sebagai penanda lubang.
Jalur ini merupakan jalan provinsi penghubung Kabupaten Pekalongan dengan Kabupaten Banjarnegara.
Pantauan Jawa Pos Metro Pekalongan pada Senin pagi 3 Februari 2025, belum ada penanganan dari pihak terkait. Padahal lubang jalan bermunculan sudah sejak beberapa hari sebelumnya.
Lubang-lubang cukup dalam dan lebar ini bisa dilihat mulai di selatan Pasar Bojong.
Tepat di depan gang Desa Bojong Lor, warga bahkan memasangi pohon pisang utuh karena lubang cukup dalam. Warung-warung di dekat lokasi ini tak tahu siapa yang memasang pohon itu.
"Enggak tahu. Tiba-tiba ada. Mungkin pas malam masangnya. Tapi benar sih, itu malah jadi penanda. Daripada ada korban jatuh gara-gara lubang itu," kata salah seorang penjaga warung di sekitar lokasi.
Lebih parah lagi di depan SD Negeri 01 Wangandowo, Bojong.
Lubang di depan sekolah ini banyak dan jaraknya rapat. Hal yang sama juga terlihat di dekat Balai Desa Wangandowo.
Indra, 31, warga Wangandowo mengatakan, dirinya sudah melihat lubang-lubang jalan di depan SD Negeri 01 Wangandowo itu beberapa hari lalu. Kian parah setelah diguyur hujan.
"Itu jaraknya dekat-dekat antar lubang. Banyak pula. Kalau pas ada genangan, tidak kelihatan itu. Kadang ada motor tetap kena lubang meski sudah coba dihindari, karena saking banyak dan rapat (jaraknya)," tuturnya.
Khaerudin, warga Kajen yang tiap hari melintas jalur Kajen-Bojong mengatakan, saat pagi kerap terjadi kemacetan karena banyak pengendara yang harus memperlambat laju kendaraan untuk menghindari lubang.
"Biasanya di titik itu lancar. Tapi ini karena banyak lubang, jadi kerap macet kalau jam berangkat kerja. Saya kerja lewat jalur ini terus," ungkapnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla