METROPEKALONGAN.COM, Kajen - DPRD Kabupaten Pekalongan menyoroti rusaknya jalan di jalur Wiradesa-Kajen.
Dewan menilai jalur tersebut bahaya dilintasi karena banyak lubang jalan yang dalam dan lebar. Jalan ini berada di jalur provinsi. Menghubungkan Kabupaten Pekalongan dan Banjarnegara.
Tergolong jalur padat seiring keberadaan exit tol Bojong dan kampus UIN Gus Dur Pekalongan. Juga jalur menuju pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan, Kajen.
Baca Juga: DPRD Kota Pekalongan Desak DPUPR Tangani Jalan Berlubang dan Banjir, Siap Kawal Pengajuan Ke Pusat
"Atas nama pemerintah Kabupaten Pekalongan, kami memohon maaf kepada pengguna jalan terkait berlubang tersebut. Perbaikan jalan ini yang mempunyai kewenangan adalah provinsi (Jawa Tengah), bukan Pemkab Pekalongan," kata Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir.
Munir menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan berkomunikasi dengan bina marga Provinsi Jawa Tengah. Terutama untuk memohon perbaikan jalan, minimal penambalan lubang.
"Secepatnya kami komunikasikan ke provinsi, sebelum ada korban lagi," ucapnya.
Baca Juga: Wajib Hati-Hati dan Pelan, saat Melintasi Jalan Pantura yang Berlubang Sangat Dalam dan Lebar
Kerusakan jalan ini memang belum memakan korban jiwa. Namun sudah ada kecelakaan akibat lubang-lubang jalan.
Agus, warga Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, mengatakan sudah ada tiga pengendara kecelakaan karena kondisi jalan yang meresahkan itu.
"Dua hari yang lalu ada tiga pengendara mengalami kecelakaan di jalan dekat Balai Desa Wangandowo. Itu kan lubangnya banyak," ungkapnya, Senin 10 Februari 2025.
Baca Juga: Masih Menjadi Satu-Satunya Akses Tersisa, Jalan Kliweran Petungkriyono Ambles Lagi
Menurut Agus, jalur tersebut padat saat pagi dan sore. Saat jam berangkat dan pulang kerja. Juga saat anak sekolah dan kuliah berangkat maupun pulang.
"Ini juga buat lalu lintas bus dan truk-truk besar, jadi memang padat sekali," ucapnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla