METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengaku sudah puluhan kali melaporkan rusaknya jalur Wiradesa-Kajen ke Pemprov Jateng.
Ini seiring banyaknya atensi dan pertanyaan yang ditujukan kepada Fadia soal parahnya kondisi jalur tersebut.
Jalur Wiradesa-Kajen yang merupakan jalan milik Pemprov Jateng ini belakangan tengah ramai dikeluhkan warga.
Lantaran banyaknya gelombang dan lubang jalan. keberadaan jalur ini di Kabupaten Pekalongan membuat Fadia akhirnya menjadi sasaran keluhan warga.
Karena ini milik provinsi, yang bisa saya lakukan kan melapor dan memohon itu diperbaiki. Saya sudah lakukan berpuluh-puluh kali.
Mungkin Pak (Pj) Gubernur sampai pusing angkat telepon saya.
Baca Juga: TMMD Sengkuyung III 2024 Giliran Garap Jalan Rusak di Wilayah Tengah Kabupaten Pekalongan
"Saya telepon terus, bahkan saya kirim video kondisi jalannya, ada kejadian kecelakaan saya kirim link (beritanya), ini terus saya lakukan," ungkap Fadia.
Fadia menambahkan, dari penjelasan Pj Gubernur jalan tersebut apabila diperbaiki dengan beton secara menyeluruh butuh dana Rp 120 miliar lebih.
Apabila hanya ditambal-tambal, kata Fadia, tidak akan bertahan lama.
"Sepertinya Provinsi pun juga sedang kesulitan karena nilainya terlalu tinggi. Mungkin akan minta bantuan dari pusat.
Jadi seperti itu, saya harap masyarakat mengerti, karena kalau Pemkab Pekalongan memperbaiki jalan yang bukan wewenangnya, kami bisa diperiksa BPK atau aparat penegak hukum," tuturnya.
Terpisah, Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar mengatakan, dulu ruas Wiradesa-Kajen sudah sempat masuk proyek Inpres (Instruksi Presiden) dengan alokasi anggaran Rp 100 miliar.
"Namun, karena pandemi Covid-19 waktu itu, anggaran tersebut terpangkas," katanya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla