METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kemenangan Fadia Arafiq (bersama Sukirman) pada Pilkada Kabupaten Pekalongan 2024 lalu jadi sejarah baru.
Fadia tercatat sebagai Bupati Pekalongan pertama yang berhasil keluar sebagai pemenang pilkada dua kali berturut-turut.
Hal itu sebelumnya tidak pernah terjadi dalam sejarah Pilkada Kabupaten Pekalongan sejak era pemilihan langsung.
Tiga Bupati Pekalongan petahana yang pernah mencoba peruntungan mengikuti kembali pilkada, semuanya gagal.
Baca Juga: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Tak Jahit Baju Baru untuk Pelantikan, Bakal Kenakan yang Lama
Tiga itu yakni Amat Antono, Siti Qomariyah, dan Asip Kholbihi.
Amat Antono yang pernah menjabat sebagai Bupati Pekalongan periode 2001-2006, gagal terpilih kembali pada Pilkada 2006.
Ia baru berhasil terpilih kembali ketika maju pada Pilkada 2011, saat itu Antono didampingi Fadia Arafiq sebagai calon Wakil Bupati Pekalongan.
Berikutnya Siti Qomariyah. Bupati Pekalongan periode 2006-2011 ini juga gagal saat mencoba maju kembali pada Pilkada 2011.
Terakhir ialah Asip Kholbihi. Bupati Pekalongan periode 2016-2021 ini kalah ketika maju kembali di Pilkada 2020. Saat itu lawan Asip Kholbihi adalah Fadia Arafiq.
Kegagalan beruntun bupati petahana tiap Pilkada Kabupaten Pekalongan itu kemudian kerap disebut-sebut sebagai mitos yang sulit dipatahkan.
Mitos ini selalu berembus tiap masa kampanye. Namun Fadia berhasil mematahkan mitos tersebut.
"Dengan kuasa Allah kami bisa pecahkan mitos dua priode," kata Fadia saat deklarasi kemenangan usai Pilkada 2024 lalu.
Kemenangan Fadia pada Pilkada 2024 sekaligus mencatatkan namanya sebagai orang yang belum pernah kalah dalam pertarungan Pilkada Kabupaten Pekalongan.
Tiga kali mengikuti Pilkada Kabupaten Pekalongan (satu kali sebagai calon wakil bupati), Fadia selalu keluar sebagai pemenang.
Baca Juga: 133 Orang Mengungsi Akibat Banjir, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Tinjau Pengungsian
Mitos Nomor Urut
Selain mitos dua periode, ada pula mitos nomor urut yang menjadi buah bibir tiap penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Pekalongan.
Sebelum Pilkada 2024, belum ada Pasangan Calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Pekalongan nomor urut 01 yang keluar sebagai pemenang.
Paslon nomor urut 01 selalu tumbang. Pasangan yang keluar sebagai pemenang selalu nomor urut belakang atau buntut (2, 3, atau 4, tergantung jumlah paslon).
Baca Juga: Fadia Arafiq-Sukirman Resmi Ditetapkan sebagai Bupati-Wakil Bupati Pekalongan Terpilih
Pada Pilkada 2024, sejumlah khalayak sempat memprediksi Fadia bersama Sukirman yang mendapat nomor urut 01 akan kalah.
Sebab ia mengemban dua mitos, yakni mitos dua periode sekaligus mitos nomor urut 01.
Lawannya, pasangan Riswadi-Amin, diprediksi menang karena mendapat nomor urut buntut (02).
Riswadi-Amin hanya mengemban satu mitos, yakni mereka bukan pasangan sejoli. Sebelumnya memang belum pernah ada Bupati-Wakil Bupati Pekalongan yang bukan pasangan sejoli.
Sejak era Bupati Amat Antono hingga sekarang Kabupaten Pekalongan selalu dipimpin oleh sejoli, laki-laki perempuan, atau sebaliknya.
Namun nyatanya, meski mendapat nomor urut 01, Fadia-Sukirman keluar sebagai pemenangan.
Pasangan ini berhasil mematahkan dua mitos sekaligus, serta mencetak sejarah baru Pilkada Kabupaten Pekalongan.
"Iya, yang dulunya nomor urut 01 selalau kalah, ini sekarang menang, mitos itu terparahkan juga," ucap Fadia.
Baca Juga: Lewat Pekalongan Bersalawat, Bupati Fadia Serukan Ajakan Guyub Kembali Usai Pilkada
Kendati demikian, masih ada anggapan Fadia belum sepenuhnya mematahkan mitos dua periode.
Sebab dia belum genap lima tahun (satu periode) memimpin Kabupaten Pekalongan.
Fadia memang baru memimpin kurang dari empat tahun (Juni 2021-Februari 2025), namun kebijakan negara mengharuskan ada Pilkada serentak pada 2024.
Di luar itu, Fadia tetap tercatat sebagai satu-satunya orang yang belum pernah kalah dalam setiap pertarungan Pilkada Kabupaten Pekalongan yang ia ikuti. (nra)