METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam sidang paripurna di hadapan DPRD memaparkan langkahnya menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.
Fadia telah menyusun tujuh prioritas pembangunan dan sembilan program utama untuk menyikapi kebijakan Presiden Prabowo tersebut.
Tujuh prioritas pembangunan tersebut yakni:
1. Ruas Tuntas Jalan Kabupaten Pekalongan
2. Kesehatan gratis bagi semua warga Kabupaten Pekalongan
3. Pendidikan untuk semua sekolah negeri dan swasta
4. Penanganan rob di wilayah pesisir
5. Pemberdayaan UMKM, petani, buruh, dan nelayan yang maju dan mandiri
6. Revitalisasi TPA sampah
7 Pengembangan wilayah industri untuk peningkatan investasi.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Pekalongan Siap Kawal Usulan Musrenbang Kecamatan Masuk RKPD
Sementara sembilan program unggulan yakni:
1. Hilirisasi dan penguatan sektor unggulan
2. Ketahanan dan stabilitas daerah
3. Pemenuhan akses dasar dan peningkatan kualitas hidup
4. Ketahanan sosial budaya dan ekologi
5. Penguatan mitigasi bencana
6. Pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan
7. Pembangunan sarana dan prasarana berkelanjutan,
8. Pembangunan wilayah yang serasi dan berkeadilan
9. Reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik.
"Kami berkomitmen untuk menyukseskan prioritas pembangunan dan program unggulan tersebut dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, berkolaborasi dengan berbagai pihak dengan menerapkan prinsip efisiensi yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan Inpres Presiden Prabowo," kata Fadia di hadapan sidang paripurna DPRD, Selasa 4 Maret 2025.
Ditemui usai acara Fadia mengatakan, saat ini Pemkab Pekalongan akan memprioritaskan (program-program) yang lebih prioritas (mendesak). Sebab, keuangan daerah akan banyak dikurangi oleh pemerintah pusat.
"Jadi memang harus ada prioritas dari yang prioritas, harus ada yang kami pilih, maka saya harap masyarakat memahami situasi ini," ungkapnya didampingi Wakil Bupati Pekalongan Sukirman. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla