METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemkab Pekalongan tahun anggaran 2024 baru saja diserahkan ke DPRD.
Bupati Fadia memastikan pekerjaan yang dianggarkan pada 2024 berjalan mulus, tak ada utang realisasi.
"Pastinya semua berjalan dengan baik, sudah terealisasi semuanya, tidak ada utang," kata Fadia saat ditemui usai rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Kamis 27 Maret 2025.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Batang Berikan Rekomendasi LKPJ Bupati Akhir Tahun 2023, Capaian Kinerja Jadi Sorotan
Struktur APBD Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2024 masih dalam kondisi unaudited.
Sisi pendapatan, terealisasi Rp 2,36 triluan atau 96,64 persen dari target. Belanja daerah terealisasi Rp 2,41 triliun atau 94 persen dari yang direncanakan.
Lalu pembiayaan daerah dari sisi penerimaan mencapai Rp 120,34 miliar atau 100 persen terealisasi tanpa ada pengeluaran pembiayaan.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Batang Bentuk Dua Pansus Bahas LKPJ Bupati 2023
Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Berkenaan) sebesar Rp71,88 miliar.
"Alhamdulillah pas, tidak meninggalkan pekerjaan yang harus dibayarkan di tahun ini (2025). Saya memang menekankan, di kepemimpinan saya, jangan sampai ada utang-utang realisasi," ucap Fadia.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir belum bisa berkomentar banyak mengenai LKPJ 2024 Pemkab Pekalongan.
Sebab berkasnya baru pihaknya terima dan masih butuh proses pembahasan selanjutnya.
"Tapi dari yang dipaparkan Bupati di rapat paripurna sepertinya baik, bagus. Memang yang terpenting tidak ada utang," katanya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi PAN Ahmad Ridhowi juga mengapresiasi kinerja Pemkab dalam melaksanakan APBD 2024.
Dari LKPJ yang dipaparkan Bupati, kata dia, sudah cukup terlihat program-program terealisasi dengan baik.
"Mestinya ke depan tetap harus ditingkatkan, tapi 2024 saya lihat program-program beliau terealisasi dengan baik," pungkasnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla