METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Ahmad Ridhowi keliling ke sejumlah tempat wisata saat hari perayaan Syawalan, Senin lalu 7 April 2025.
Ia ingin meninjau sejauh mana geliat sektor pariwisata Kabupaten Pekalongan.
Salah satu yang Ridhowi tinjau ialah Pantai Wonokerto. Objek wisata ini dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Mina Desa Wonokerto Kulon.
Menawarkan pemandangan laut, pantai, berbagai wahana permainan, camping ground, dan kuliner.
"Melihat situasi di sini, sangat menggembirakan. Tadi saya tanya ke pengelola, sehari rata-rata bisa 6.000 orang pengunjung. Ini membuktikan geliat sektor pariwisata Kabupaten Pekalongan baik," kata Ridhowi.
Data dari pengelola, pada hari Syawalan itu, Pantai Wonokerto dikunjungi total 11.200 orang.
Jumlah ini meningkat cukup signifikan dibanding pada Syawalan tahun sebelumnya yang hanya di angka 8 ribu pengunjung.
Di lokasi, Ridhowi menyempatkan berbincang dengan beberapa pengunjung.
Tujuannya untuk menjaring masukan terkait pengembangan Pantai Wonokerto.
"Rata-rata sudah puas, karena mereka berkunjung memang untuk menikmati suasana pantai dan pemandangan laut. Paling masukannya soal penambahan fasilitas dan wahana. Itu masukan bagus dan kami catat," ujarnya.
Wakil Ketua DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengatakan, banyaknya pengunjung di Pantai Wonokerto membuktikan pariwisata Kabupaten Pekalongan masih hidup.
Sekaligus, kata dia, membantah anggapan pariwisata Kabupaten Pekalongan tidak jalan atau tidak berkembang.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Pekalongan Siap Kawal Usulan Musrenbang Kecamatan Masuk RKPD
"Yang digembar-gemborkan di media sosial bahwa wisata Kabupaten Pekalongan tidak jalan itu saya rasa bohong, hoaks. Saya lihat sendiri di sini, bagus. Namun memang perlu ada sentuhan lagi," ucapnya.
Selaku legislator, ia akan mendukung pemgembangan pariwisata Kabupaten Pekalongan lewat tugas-tugas dan wewenang sebagai DPRD.
"Saya lihat sendiri di sini, sangat mengembirakan. Jadi kesimpulan saya, sebenarnya pariwisata ini jalan, potensial. Cuma kurang terekspos saja," tuturnya.
Menurut Ridhowi, BUMDes Mitra Mina Wonokerto Kulon musti jadi contoh bagi desa-desa lain.
BUMDes ini, bagi dia, sudah membuktikan mampu mengelola tempat wisata dengan manajemen yang baik.
"Saya kira harus dijadikan sebagai contoh bagi desa lain. Lewat pengelolaan tempat wisata seperti ini mereka bisa mengembangkan desa, bahkan membantu desa untuk pembangunan infrastruktur," pungkasnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla