METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kepolisian mendapatkan fakta baru terkait kasus kecelakaan antara mobil dengan bus rombongan Bonek di ruas jalan Tol Pemalang-Batang (wilayah Kabupaten Pekalongan) yang terjadi pada Sabtu lalu 12 April 2025.
Pengemudi mobil ternyata positif menggunakan obat penenang.
Diduga ini yang membuat dirinya nekat melawan arus hingga akhirnya menabrak bus.
Baca Juga: Bus Rosalia Indah Lagi-Lagi Kecelakaan di Jalan Tol Batang-Semarang, Ada 3 Korban Luka-Luka
Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Rony Hidayat mengungkapkan, fakta ini pihaknya dapat dari hasil uji laboratorium terhadap pengemudi mobil atau Fauzi Ramdani, 29.
"Dari hasil uji sampel darah almarhum Fauzi Ramdani atau FR terbukti positif benzodiazepine," ungkapnya, Senin 14 April 2025.
Ia menambahkan, benzodiazepine merupakan obat penenang yang cara mendapatkannya harus dengan resep dokter.
Baca Juga: Terlibat Kecelakaan dengan Pajero di Pekalongan, Ajudan Kapolres Batang Meninggal
Menurut informasi yang ia terima, obat ini dapat menurunkan kerja otak dan menyebabkan rasa kantuk.
"Namun apakah obat ini yang menyebabkan pengemudi ini melawan arah, kami belum bisa sampaikan. Sebab pengemudi sudah meninggal sebelum kami mintai keterangan, begitu pula penumpang di sebelahnya. Jadi sementara ini acuan kami dari hasil uji lab tersebut," tuturnya.
Pengujian terhadap sampel darah, kata Rony, tidak dilakukan terhadap penumpang mobil. Hanya dilakukan kepada pengemudi.
Baca Juga: Menaker Prihatin, Tren Angka Kecelakaan Kerja Meningkat Signifikan
Sebab yang memungkinkan diambil sampel darah dan urine hanya si pengemudi karena saat usai kejadian masih hidup.
"Sedangkan penumpangnya kan meninggal di TKP (tempat kejadian perkara)," ucapnya.
Rony menegaskan, kasus kecelakaan ini sudah ditutup dan dinyatakan gugur demi hukum karena pelaku terlibat kecelakaan sudah meninggal.
Namun pihaknya menyimpulkan penyebab kecelakaan jelas karena mobil melawan arah.
Baca Juga: Tol Khayangan Berlakukan Cek Poin Hindari Kecelakaan saat Libur Nataru
"Analisa kami, dia melawan arah karena pengaruh benzodiazepine," ujarnya.
Terkait ribuan bungkus rokok ilegal (tanpa cukai) yang ditemukan di dalam mobil lawan arah tersebut, pihaknya sudah meminta Satreskrim Polres Pekalongan dan pihak Bea Cukai untuk menindaklanjuti.
"Kalau soal isu bahwa mobil ini lawan arah karena menghindari razia, itu tidak. Dari kami kepolisan tidak ada razia tersebut, pihak Bea Cukai juga tidak," tandasnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla