METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemkab Pekalongan memproyeksikan rehab SD Negeri Depok, Kecamatan Lebakbarang, akan dilakukan tahun ini.
Namun karena keterbatasan anggaran, rehab akan menggunakan dana tak terduga (DTT).
Opsi lainnya menggunakan dana perubahan anggaran tahap kedua.
"Kami targetkan tahun ini. Kalau tidak melalui DTT, ya, melalui perubahan anggaran tahap kedua," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (dindikbud) Kabupaten Pekalongan Kholid.
SDN Depok mengalami kerusakan pekan lalu. Dinding salah satu ruang kelas tiba-tiba ambrol saat jam pelajaran masih berlangsung.
Beruntung tak ada korban jiwa. Guru dan murid selamat.
Informasi dari pihak sekolah, SDN Depok ini sudah lama mengalami tanda-tanda kerusakan bangunan.
Selama ini belum pernah mendapat bantuan perbaikan secara menyeluruh gara-gara regulasi.
Sekolah dengan jumlah murid kurang dari 60 anak seperti SDN Depok ini tak bisa mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Baca Juga: Kasus Kekerasan Sekolah di Kota Pekalongan, Orang Tua Siswi SD Jadi Korban Pemukulan
Penanganan dari Pemkab Pekalongan tak bisa segera karena sebelumnya dana digunakan untuk perbaikan puluhan sekolah yang rusak terdampak banjir dan longsor dahsyat Januari 2025 lalu.
Kholid mengatakan, sedikitnya ada 30 sekolah terdampak yang butuh penanganan segera waktu itu.
"Ada 30-an sekolah waktu itu, makanya anggarannya cukup besar. Misalnya saja SDN Galangpengampon Wonopringgo, itu butuh kurang lebih Rp 200 juta penanganannya. Maka untuk SDN Depok ini kami proyeksikan lewat DTT atau melalui perubahan anggaran tahap kedua," ucapnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla