METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Sinergi antara Pemkab Pekalongan dengan organisasi Muhammadiyah selama ini sudah berjalan dengan baik.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Ahmad Ridhowi mendorong adanya kolaborasi di bidang pemajuan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah).
Keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Pekalongan baru saja menggelar halalbihalal akbar, Sabtu kemarin 26 April 2025.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Pekalongan Target Tahun 2027 Sudah Kembali Berkantor di Gedung Semula
Ribuan warga Muhammadiyah tumpah di lokasi acara, di kompleks International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftahul Ulum Pekajangan-Pekalongan.
Kehadiran tokoh Muhammadiyah Prof. Sirajuddin Syamsudin atau Din Syamsudin sebagai pembicara seolah menyimbolkan dan mengesankan acara memang besar.
Didukung pula oleh kehadiran Wakil Bupati Pekalongan Sukirman, Wakill Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Ahmad Ridhowi, dan sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan lain, anggota DPRD Provinsi Jateng, serta Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Mulyono Kastari.
Kehadiran mereka mengisyaratkan sinergi antara Pemkab Pekalongan dan Muhammadiyah masih terjaga.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Ahmad Ridhowi menilai acara tersebut telah menjadi momen memperkuat kesolidan warga Muhammadiyah.
"Karena unsur-unsur Muhammadiyah berkumpul jadi satu di sini, ini menunjukkan organisasi ini memang ada dan hidup di Kabupaten Pekalongan," ucapnya.
Ridhowi memgapresiasi Muhammadiyah sampai saat ini masih terus mendukung Pemkab Pekalongan di berbagai sektor. Mulai dari pendidikan, kesehatan, perbankan, hingga gerakan perempuan.
"Kita tahu Muhammadiyah punya sekolah dari mulai usia dini sampai perguruan tinggi, punya rumah sakit, perbankan, yang semuanya itu untuk mendukung pemerintah juga," ungkapnya.
Ia menambahkan, sektor yang masih belum banyak digarap bersama oleh kolaborasi antara Muhammadiyah dan Pemkab Pekalongan ialah di bidang UMKM.
Selaku legislator, kata Ridhowi, ia akan memcoba mendorong ini jadi pembahasan di DPRD.
"Supaya ke depan Muhammadiyyah lebih bersinergi lagi dengan pemerintah dalam hal membangkitkan lagi ekonomi- ekonomi lokal. Sebab gempuran-gmpuran luar negeri sangat banyak sekali, maka saya rasa perlu ada kolaborasi pemerintah dengan Muhammadiyah di bidang UMKM," tuturnya.
Wakil Bupati Pekalongan Sukirman juga mangapresiasi peran besar Muhammadiyah dalam pembangunan bangsa.
Ia menyebut Muhammadiyah sebagai organisasi yang mapan dan konsisten memberikan kontribusi nyata bagi negara. Meliputi bidang pendidikan, kesehatan, kemandirian ekonomi, dan politik.
“Di bidang kesehatan, Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan ini telah memiliki dua rumah sakit yang memberikan pelayanan terbaik, serta sejumlah klinik pratama seperti PCM Kajen dan PCM Wiradesa. Ini semua juga tidak lepas dari peran Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan yang mencetak tenaga-tenaga kesehatan seperti perawat,” jelasnya.
Sukirman juga menggarisbawahi ada saran dari Din Syamsudin soal kemandirian ekonomi.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Pekalongan Siap Kawal Usulan Musrenbang Kecamatan Masuk RKPD
Pemkab Pekalongan, kata dia, bersama DPRD akan turut mendorong kemandirian ekonomi tersebut.
"Iya, apalagi Pekajangan ini kan punya latar belakang sejarah sebagai basis Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan. Dari latar belakang sejarah itu, dikatakan di sini ada kemandirian ekonomi, mka ini akan kami dorong. Nanti didukung dengan wilayah sekitarnya seperti Buaran dan lainnya, akan kami gerakkan, terutama di bidang UMKM," ujarnya.
Sementara itu Prof. Din Syamsudin mengatakan, Kabupaten Pekalongan dikenal punya kekuatan ekonomi kewiraswastan umat islam.
Kekuatan ekonomi tersebut tersebar di antaranya di Pekajangan sebagai wilayah basis Muhammadiyah dan Buaran sebagai basis NU (nahdlatul ulama).
Dua wilayah tersebut berdekatan dan sama-sama memiliki kekuatan ekonomi.
"Saya kira ini justru bisa menjadi model, bagi kebangkitan perekomonian di masa yang akan datang. Dua organisasi besar ini harus bersatu, bila perlu ada kerjsama-kerjasama yang nyata. Kalau belum bisa di tingkat nasional, bisa dimulai di tingkat lokal seperti di Pekajangan dan Buaran ini," tuturnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla