METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pekan lalu jagat maya dihebohkan dengan viralnya "air ajaib" di Desa Rowoyoso, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.
Air yang mengucur di pinggir jalan itu diyakini berkhasiat untuk kesehatan dan membuat warga berbondong mengambilnya.
Namun kehebohan seketika lenyap setelah pihak Perumda Air Minum Tirta Kajen atau PDAM setempat ambil tindakan.
Ya, air yang sudah kadung dikabarkan berkhasiat itu ternyata berasal dari kebocoran pipa jaringan PDAM di Desa Rowoyoso.
Kucuran air itu kini berhenti setelah petugas Perumda Air Minum Tirta Kajen mematikan aliran dan memperbaiki pipa bocor tersebut.
"Saat itu langsung kami perbaiki dan sekarang sudah tidak bocor lagi, air ke pelanggan juga sudah normal," kata Direktur Perumda Air Minum Tirta Kajen Nur Wachid.
Wachid mengaku kaget dengan hebohnya "air ajaib" tersebut.
Namun pihaknya justru merasa tertolong dengan gemparnya kabar tersebut.
Pasalnya, sebelum peristiwa itu viral pihaknya kesulitan mencari sumber kebocoran yang saat itu dikeluhkan pelanggan di Rowoyoso dan sekitarnya.
Sebelumnya memang ada laporan tekanan air menurun di wilayah Rowoyoso dan sekitarnya. Tim teknis sudah melakukan pelacakan kebocoran, namun belum berhasil menemukan titiknya.
"Setelah ada viral itu, kami justru terbantu menemukan titik kebocorannya. Ternyata di sana, yang ramai warga itu," ungkap Wachid.
Ia menambahkan, penyebab kebocoran mungkin karena pipa "air ajaib" itu terkena panas-hujan atau tertimpa beban berat.
Baca Juga: Soal Gangguan Aliran PDAM di Wilayah Kedungwuni, Ini Penyebab dan Target Penanganannya
Di samping itu, kata Wachid, pipa "air ajaib" itu memang sudah berusia cukup tua.
"Dari peristiwa ini kami justru tahu ternyata sistem jaringan air kami baik, terbukti saat ada kebocoran itu airnya mengucur besar. Lalu yang kedua, akhirnya warga jadi tahu bahwa PDAM itu ada, jaringannya sampai ke sana," ujarnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla