METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Aksi protes warga yang rencananya akan menanam pohon pisang di jalan rusak Desa Werdi, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, batal.
Pasalnya, ternyata Pemkab Pekalongan sudah menganggarkan Rp 2 miliar untuk perbaikan jalan rusak tersebut.
Aksi tersebut sedianya digelar pada Selasa siang 27 Mei 2025. Seruan aksi tersebut tersebar di media sosial beberapa hari sebelumnya.
Baca Juga: Pemkab Pekalongan Mulai Perbaiki Ruas Jalan Rusak dan Berlubang
Jelang aksi dimulai, jajaran Pemkab Pekalongan mendatangi lokasi dan menggelar audiensi dengan warga di balai desa setempat. Aksi protes di jalan akhirnya berganti dialog di balai desa.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-Taru) Kabupaten Pekalongan Murdiarso yang hadir langsung dalam audiensi mengatakan, anggaran Rp 2 miliar untuk perbaikan jalan rusak Werdi itu sudah dialokasikan atas instruksi bupati.
Namun pengerjaan belum dilaksanakan karena masih dalam proses menuju lelang untuk mendapatkan pelaksana proyek.
"Juni ini lelang, lalu diharapkan Juli hingga Agustus 2025 pengerjaan," katanya.
Jalan Desa Werdi tersebut panjangnya 1,7 kilometer. Namun anggaran Rp 2 miliar baru cukup untuk perbaikan sepanjang 500 meter.
Murdiarso mengatakan, ini kaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
"Jadi memang anggarannya terbatas dan kami tidak hanya menangani Werdi, banyak jalan lain yang juga membutuhkan," terangnya.
Perbaikan jalan Desa Werdi (yang masyarakat setempat sebut sebagai "gili tengah") itu akan menggunakan konstruksi rabat beton. Ketebalannya direncanakan setinggi 40 sentimeter.
"Karena kalau aspal, akan rusak begitu lagi. Jalan itu tanahnya labil, kanan-kirinya sawah. Sudah beberapa kali diaspal dengan dana pemeliharaan, dua-tiga bulan rusak lagi," ungkapnya.
Terpisah, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan, ia tak akan mungkin menutup mata terhadap jalan rusak.
Ia menyebut, perbaikan jalan rusak merupakan prioritas utama kerjanya.Perbaikan jalan Desa Werdi itu, lanjut dia, sudah ia instruksikan sejak akhir tahun lalu.
"Saya mohon pengertian masyarakat. Jalan rusak di Kabupaten Pekalongan ini tidak hanya di Werdi. Sedangkan kemampuan keuangan daerah terbatas. Jadi saya mohon masyarakat sabar. Bukan tidak akan kami perbaiki, tapi ini memang harus bertahap," ucapnya.
Baca Juga: TMMD Sengkuyung III 2024 Giliran Garap Jalan Rusak di Wilayah Tengah Kabupaten Pekalongan
Ia mengimbau, masyarakat bisa mengecek di aplikasi Sirup (sistem informasi rencana umum pengadaan) untuk mengetahui jalan mana saja yang akan diperbaiki.
Terkait jalan Werdi, Fadia mengaku sudah memerintahkan untuk ditangani tahun ini.
"Jadi sekali lagi saya minta masyarakat sabar, karena prosesnya harus ada lelang dulu, siapa pemenangnya, baru bisa dikerjakan. Itu sesuai aturannya begitu. Bukan simsalabim langsung jadi," tandasnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla