METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyatakan angka stunting turun siginifikan menjadi 16,5 persen.
Ini berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024. Tahun sebelumnya, stunting Kota Santri berada di angka 28,6 persen.
Hasil SSGI tersebut membuat Pemkab Pekalongan menunjukkan optimisme tinggi kala menghadapi penilaian dari Pemprov Jateng, pekan lalu.
Baca Juga: 1.330 Keluarga Jadi Target, Ini Langkah Pemkot Pekalongan Cegah Stunting Lewat Program Genting
Asisten I Setda Kabupaten Pekalongan Ali Reza mengatakan, penurunan signifikan angka stunting itu berkat berbagai upaya dan intervensi berbagai pihak.
"Kami ada langkah-langkah inovatif. Menyasar berbagai kelompok usia dan kondisi, mulai dari pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, intervensi gizi untuk ibu hamil, hingga melibatkan peran aktif lansia (simbah/nenek) yang diyakini memiliki pengaruh dalam pengasuhan anak di beberapa wilayah," paparnya.
Langkah inovatif itu diapresiasi oleh tim penilai dari Pemprov Jateng. Namun, kata Ali, mereka mengajukan pertanyaan mendalam terkait aspek pembiayaan dalam menjalankan inovasi tersebut.
Baca Juga: Tambah 3 Dapur MBG, Kota Pekalongan Kini Sasar Ibu Hamil hingga Balita untuk Cegah Stunting
"Kami jawab, pembiayaan ada dari DAU (dana alokasi umum) dan APBD bila diperlukan. Selain itu ada pula dukungan dari pengusaha konveksi melalui CSR, juga Dana Desa yang turut dianggarkan untuk penurunan stunting," ungkapnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla