METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Si jago merah mengamuk di sebuah rumah di Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Minggu pagi 8 Juni 2025.
Tak ada korban jiwa, tapi api menghabiskan hampir seluruh atap rumah.
Rumah terbakar ini milik Yaemah, 68. Berada di Dusun Serut, RT 01/RW 05, nomor 12, Desa Tegalontar.
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Tegalontar Sragi, Terjadi Usai Penghuni Selesai Memasak
Dihuni empat jiwa yakni Yaemah, Alipah (anak perempuannya), dan dua anak Alipah.
Tapi pagi itu saat peristiwa terjadi, Yaemah tengah sendirian di rumah.
Alipah bersama anaknya sedang berada di rumah kerabat di desa lain.
Baca Juga: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Bawakan Beras - Kasur untuk Korban Kebakaran Rumah di Kedungwuni
Beruntung Yaemah yang sudah lanjut usia itu berhasil keluar rumah menyelamatkan diri meski kakinya tengah sakit.
"Saya keluar karena lihat asap mengepul di atap saat saya sedang berbaring di kamar belakang usai memasak. Itu sekitar pukul 07.30," ucapnya kepada Jawa Pos Metro Pekalongan.
Begitu keluar, ternyata api sudah berkobar besar di atap. Yaemah panik meminta tolong tetangga.
Baca Juga: Penataan Usai Kantor Kebakaran, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Tempati Bekas Gudang
Warga kemudian berduyun memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Sampai akhirnya satu unit mobil pemadam kebakaran turun mengambil alih proses pemadaman.
Awalnya api diduga berasal dari dapur. Tapi Yaemah yakin sudah mematikan kompor usai memasak.
Baca Juga: Simulasi Kebakaran, Pegawai dan Komisioner KPU Kabupaten Pekalongan Berhamburan
Saat api padam baru diketahui ternyata bagian dapur utuh tak terbakar.
Bagian rumah yang terbakar ialah kamar depan, ruang tengah, dan hampir seluruh atap.
Isi rumah turut terbakar seperti mesin jahit, mesin obras, lemari es, dan sebagainya.
Baca Juga: Kebakaran Rumah Industri Batik di Kabupaten Pekalongan hingga Bahan Baku Ludes, Ini Penyebabnya
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara yang dilakukan oleh anggota Polsek Sragi mengatakan kebakaran disebabkan karena korsleting listrik.
Kerugian materi akibat kejadian ini ditaksir mencapai lebih dari Rp 50 juta. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla