Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ahli dari Kemenkes Turun Tangan, Begini Perkembangan Kondisi Bocah Digigit Ular di Kabupaten Pekalongan

Nanang Rendi Ahmad • Senin, 30 Juni 2025 | 15:41 WIB

 

FOTO: Dokter Tri Maharani saat diwawancara media di RSUD Kajen, Sabtu (28/6/2025).
FOTO: Dokter Tri Maharani saat diwawancara media di RSUD Kajen, Sabtu (28/6/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Sudah hampir dua pekan Rafa, 11, belum sadar dari koma setelah diduga terkena gigitan ular berbisa, pada 16 Juni 2025 lalu.

Hingga kini ia masih dirawat ekstra intensif di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, Kabupaten Pekalongan. 

Dalam kasus terakhir ini menyita perhatian publik dan dunia medis.

Baca Juga: Habitatnya Terganggu, Ular Piton Mencari Mangsa hingga Masuk Rumah Warga Gringsing Batang

Mulai dari dugaan salah diagnosa oleh RSUD Kajen sebelum Rafa dilarikan ke RSI Pekajangan, hingga terkini turunnya ahli dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam penanganan. 

Kabar baik, Rafa kini menunjukkan perkembangan meski masih belum sadar.

Perkembangan terjadi setelah Rafa mendapat antivenom dari hibah Kemenkes, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng.

Baca Juga: Imbas Keracunan Masal, Dinkes Batang Larang Penjualan Jajan Jelly-Jelly Sebelum Hasil Laboratorium Keluar,

RSUD Kajen, meski kini tidak menjadi tempat merawat Rafa, juga membantu memberikan persediaan antivenom sebanyak 15 vial untuk mendukung perawatan. 

“Saya sudah cek langsung pasien di RSI Pekajangan, kencingnya yang sebelumnya hitam-merah, sekarang sudah berubah kekuningan. Racun-racun yang merusak organ-organ sudah mulai terikat oleh antivenom yang kami berikan,” kata dr. Tri Maharani, satu-satunya dokter spesialis toksinologi ular berbisa di Indonesia saat ditemui di RSUD Kajen, Sabtu sore 28 Juni 2025.

Kendati begitu, lanjut dr. Maha, Rafa tetap masih butuh perawatan ekstra intensif. 

Baca Juga: 8 Siswa SDN Denasri Kulon 02 Batang Keracunan Jelly-Jelly

Sebab neurotoksin yang berada di tubuh Rafa sudah menyebar. 

"Jadi sekarang kami masih terus berjaga-jaga apabila kondisi memburuk lagi, bisa kami antisipasi. Lembaga ini semua bergandengan untuk Rafa, mulai dari Kemenkes, Provinsi Jateng, RSI Pekajangan, dan RSUD Kajen," jelasnya.

Ahli Belum Berlangganan Jenis Ular yang Menggigit

Meski sudah banyak berita beredar Rafa digigit ular jenis weling, namun hingga kini pihak ahli belum menyimpulkan.

Baca Juga: Antrean Farmasi Mengular, RSUD Kraton Imbau Pasien Pakai Layanan 'Santri'

Dokter Maha mengatakan, sejak kasus ini mencuat, belum menunjukkan adanya bukti foto atau spesimen ular yang menggigit Rafa.

Bahkan ia juga tak bisa menyimpulkan sepenuhnya bahwa itu gigitan ular. Ini demi kehati-hatian dalam menyimpulkan diagnosa. 

"Kalau ciri-cirinya iya (digigit ular). Alasan hewan yang beracun dengan neurotoksin seperti yang ada di tubuh Rafa, ya, kemungkinan besar ular. Maka sementara ini, diagnosis kami adalah tersangka ular yang tidak teridentifikasi dengan neurotoksin sistemik. Tersangka itu bisa iya, bisa tidak. Jenisnya ularnya apa, kami saat ini tetap belum bisa mengatakan," ungkapnya.

Baca Juga: Bupati Pekalongan Fadia Tinjau Pelayanan Kesehatan Gratis di RSUD Kraton

RSUD Kajen Buka Suara

Kendati begitu, karena kasus Rafa, membuat RSUD Kajen jadi sorotan akhir-akhir ini.

Pasalnya, saat dilarikan ke RSUD Kajen, Rafa mendapatkan serangkaian perawatan medis, namun tak sampai rawat inap.

Namun dalam perjalanan pulang saat rawat jalan, Rafa kejang-kejang, lalu tak sadarkan diri.

Baca Juga: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Tinjau Progres Pembangunan RSUD Kraton Baru, Pengerjaan Tahap Kedua Ditarget Rampung Akhir 2025

Keluarga akhirnya, melarikan Rafa ke RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Direktur RSUD Kajen dr. Imam Prasetyo mengatakan, pihaknya tak ada niat jahat.

Ia menyadari, kasus Rafa akhirnya menjadi polemik.

Baca Juga: Tegas! Bupati Copot Direktur dan Seluruh Dewan Pengawas RSUD Batang, Ini Alasannya

Namun pihaknya tak menutup mata. Bahkan berupaya mendatangkan ahli dari Kemenkes agar bisa mereda polemik.

"Kami datangkan, agar beliau ikut memecahkan kasus medis ini. Kami sampai sekarang masih terus berkoodinasi dengan pihak RSI Pekajangan. Bahkan telah menyerahkan antivenom sebanyak 15 vial sesuai rekomendasi ahli. Ini untuk mendukung perawatan Rafa," ucapnya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#koma #kabupaten Pekalongan #RSUD Kajen #digigit ular