Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Jaga Stabilitas Harga Sembako, Pemkab Pekalongan Siapkan Beberapa Kali Bazar Pasar Murah Sampai Akhir Tahun

Nanang Rendi Ahmad • Kamis, 10 Juli 2025 | 20:01 WIB

KENDALIKAN INFLASI: Suasana Bazar Pangan Murah di halaman kantor Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Rabu (9/7/2025).
KENDALIKAN INFLASI: Suasana Bazar Pangan Murah di halaman kantor Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Rabu (9/7/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terus memperkuat upaya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Salah satunya dengan menggulirkan program Bazar Pangan Murah (BPM). Rencananya BPM akan digelar beberapa kali sampai akhir tahun di titik berbeda.

BPM sudah mulai digelar di halaman kantor Kecamatan Bojong, Rabu kemarin 9 Juli 2025.

Dalam program tersebut, masyarakat mendapat akses terhadap berbagai komoditas dengan harga lebih terjangkau dibanding pasaran.

Seperti gula yang di pasaran harganya mencapai Rp 17 ribu per kilogram, di bazar ini hanya Rp 15,5 ribu.

Ada pula beras kantongan 5 kilogram dibanderol Rp 68 ribu, telur Rp 26 ribu per kilogram, serta minyak goreng, bawang merah, hingga bawang putih. Semuanya dijual di bawah harga pasaran.

"Kami menggandeng para distributor di sini, jadi yang ditawarkan lebih murah karena sesuai HET (harga eceran tertinggi). Harapannya tentu agar bisa menekan potensi inflasi," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh.

Setelah di Bojong, BPM rencananya akan kembali digelar di Kecamatan Kajen, Kesesi, dan Sragi. Kapan waktunya belum ditentukan. Namun yang jelas dalam kurun waktu Agustus-Desember 2025.

Siti Masruroh yang juga bertindak sebagai Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pekalongan menjelaskan, belum ditentukan kapan BPM selanjutnya karena pihaknya perlu melihat dulu perkembangan inflasi ke depan.

Manakala situasi memerlukan BPM, maka akan langsung digelar.

"Tapi di Bojong ini, meskipun situasi masih stabil, tetap kami gelar. Karena prinsipnya BPM ini juga untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga (bukan hanya mengembalikan, tapi juga menjaga atau mempertahankan)," jelasnya.

Atun, warga Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, mengaku terbantu dengan adanya BPM. Ia datang ke BPM karena mendapat informasi dari temannya.

"Saya beli banyak telur ini, karena selisih harganya lumayan banyak dengan pasaran. Minyak juga sih. Untuk beras sepertinya tidak beda jauh, malah di beberapa penjual di pasar harganya sama dengan yang di sini," ungkapnya. (syafikasaffanah/nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Pemkab Pekalongan #kabupaten Pekalongan #sembako #inflasi #Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok #Bazar pangan murah