METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Di tengah deretan rumah dinas bergaya Belanda milik Pabrik Gula (PG) Sragi, Kabupaten Pekalongan, berdiri sebuah rumah makan unik yang memadukan kelezatan menu tempo doeloe dengan suasana klasik masa lampau.
Berada di komplek rumah dinas PG Sragi, nomor 6, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.
Omah Carkonah sebuah tempat kuliner yang bukan hanya menyajikan makanan, tapi juga menghadirkan rasa rindu akan kehangatan rumah nenek di kampung.
Dari luar, bangunan Omah Carkonah tampak seperti rumah tinggal zaman kolonial.
Begitu melangkah masuk, nuansa nostalgia langsung menyergap.
Interiornya didominasi ornamen jadul, dinding bercorak batu bata, dan furniture tempo dulu yang penuh cerita.
Pengunjung seperti diajak menelusuri waktu, menikmati makan dengan suasana khas keluarga masa silam.
Tak hanya nuansanya yang autentik, sistem prasmanan dengan penyajian menggunakan wadah dari tanah liat menjadi ciri khas yang sulit ditemui di tempat lain.
Menu yang dihidangkan pun bukan sembarang makanan. Ini adalah kuliner warisan yang makin jarang ditemukan.
Mulai dari acar nanas, megono gori, rendang daging, ikan kembung balado, ayam serundeng, panggang suwir ikan asap, acar bandeng, garang asem, oseng tempe, cumi sayur,sayur asam, ikan mangut, hingga berbagai pilihan sambal, gorengan dan kerupuk kulit.
Semua tersaji dengan cita rasa rumahan.
Sang pemilik, Sianna Kaur, mengisahkan ide awal berdirinya Omah Carkonah muncul saat ia duduk santai menikmati kopi di lingkungan rumah dinas PG Sragi.
Ia terpukau dengan suasana yang begitu klasik dan membangkitkan kenangan lama.
“Waktu itu saya duduk di coffeshop perumahan dinas PG. Nah disana rasanya seperti ditarik ke masa kecil. Dari situ saya terinspirasi untuk bikin tempat makan yang bisa jadi ruang nostalgia, tempat yang hangat dan akrab seperti rumah nenek,” ujar Sianna Kaur, owner Omah Carkonah.
Nama “Carkonah” sendiri punya kisah tersendiri. Itu adalah julukan yang sering digunakan Sianna saat ia bernyanyi santai bersama teman-temannya.
Namun lebih istimewa lagi, nama asli Carkonah juga dimiliki oleh seorang perempuan yang hadir langsung dalam momen grand opening.
Beliau merasa terharu saat mengetahui namanya digunakan sebagai identitas rumah makan ini.
Bukan hanya tempatnya yang unik, para pengunjung pun menyambut hangat keberadaan Omah Carkonah. Salah satunya adalah Bahrudin, pelanggan setia yang sudah tiga kali datang.
“Makan di sini itu rasanya seperti makan di rumah simbah. Bukan cuma menunya yang khas, tapi juga suasananya. Ada rasa tenang, nyaman, dan akrab,” ucapnya.
Minumannya pun tak kalah menggoda. Ada gula asem, oriental, es tjampolay, dan minuman jadul lainnya yang disajikan dengan gaya khas. (rifkahsaffanah/ida)
Editor : Ida Nor Layla