METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Sejumlah pemilik lahan tanah musnah bakal pembangunan bendung gerak Bremi-Meduri menolak harga yang ditentukan pihak appraisal.
Mereka siap melepas lahan apabila harga lebih tinggi. Hal ini berpotensi memperpanjang waktu proses pembebasan lahan proyek tersebut.
Diketahui, proyek bendung gerak ini membutuhkan lahan seluas kurang lebih 3,5 hektare.
Lahan 2,3 hektare tanah musnah itu terdiri atas 20 bidang tanah milik enam orang. Awalnya, kata Budhi, para pemilik ini mematok harga Rp 400 ribu per meter.
Kemudian turun menjadi Rp 60 ribu per meter. Sedangkan dari hasil appraisal melalui berbagai pertimbangan dan analisa, mengeluarkan angka Rp 29,5 ribu per meter.
"Dalam waktu dekat ini kami akan bahas lagi untuk yang penolakan itu, agar lahan secepatnya bisa dibebaskan," ujar Budhi. Sementara lahan lainnya, yang tidak termasuk tanah musnah, masih dalam proses appraisal alias belum muncul taksiran harga. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla