Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Minta Pendamping PKH Perbarui Data, Coret Penerima yang Sudah Mampu

Nanang Rendi Ahmad • Kamis, 17 Juli 2025 | 04:01 WIB

AKRAB: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq berfoto bersama para pendamping PKH saat kegiatan peningkatan kapasitas pendamping PKH di Jepara, Selasa (15/7/2025).
AKRAB: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq berfoto bersama para pendamping PKH saat kegiatan peningkatan kapasitas pendamping PKH di Jepara, Selasa (15/7/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) segera memperbarui data penerima.

Terutama mendata kembali warga tidak mampu dan mencoret warga yang sudah mampu tetapi masih tercatat sebagai penerima.

Ini jadi atensi khusus dari Fadia menyusul adanya kebijakan pemerintah pusat terkait DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional).

Momen ini, kata Fadia, harus dimanfaatkan agar PKH ke depan tepat sasaran.

“Mumpung ada DTSEN seperti ini, ayo pendamping PKH masukkan data yang benar-benar akurat. Masukkan yang benar-benar membutuhkan, yang sudah mampu kita coret bareng-bareng," kata Fadia saat kegiatan Peningkatan Kapasitas pendamping PKH Kabupaten Pekalongan yang digelar di Jepara, Selasa 15 Juli 2025.

Fadia juga meminta peran aktif pendamping PKH dalam melaporkan kondisi riil masyarakat di desa. Termasuk anak-anak dari keluarga miskin yang berhak mendapat beasiswa.

"Saya dan Pak Waki Bupati tidak mungkin setiap hari keliling ke desa-desa. Teman-teman pendamping PKH inilah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Maka ayo bantu agar bantuan dan beasiswa benar-benar tepat sasaran,” pesannya.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pekalongan Agus Pranoto, mengakui masih adanya ketidaksesuaian antara data lapangan dan data DTSEN.

Data masih terus diperbarui tiap tiga bulan sekali melalui verifikasi lapangan.

"Kami sudah ground check itu. Kami memang menemukan ada beberapa data yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Ada masyarakat yang sebelumnya ada di desil 1-5, cuma di DTSEN masuk ke desil 6-10. Sehingga yang bersangkutan tidak menerima bantuan program PKH,” terangnya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #Bupati Pekalongan Fadia Arafiq #pkh #pendamping PKH #DTSEN #PKH (Program Keluarga Harapan)