METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Ada tambahan dua dapur di Kabupaten Pekalongan untuk program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dua unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut berada di Desa Pegaden Tengah (Kecamatan Wonopringgo) dan Desa Silirejo (Kecamatan Tirto).
Sebelumnya baru ada satu SPPG di Kabupaten Pekalongan, yakni di Desa Wonopringgo (Kecamatan Wonopringgo) yang sudah beroperasi sejak Januari 2025.
Tambahan dua SPPG mulai beroperasi Juli 2025 dan ditargetkan untuk mengampu enam ribuan orang penerima manfaat.
Rincinya, SPPG di Desa Silirejo melayani 3.530 penerima manfaat.
Sementara yang di Desa Pegaden Tengah karena jumlah penerima manfaatnya kurang dari 3.000 orang, maka SPPG ini juga mencakup beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Kedungwuni.
Sehingga total penerima manfaat mencapai 3.458 orang.
Wakil Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan, penambahan dua SPPG ini menjadi langkah strategis dalam mengejar target layanan sekaligus menjawab kebutuhan daerah.
Mengingat capaian MBG di Jawa Tengah masih di bawah 10 persen.
Sukirman menegaskan, Pemkab Pekalongan telah siap mendukung penuh percepatan program MBG.
Selain penguatan infrastruktur, saat ini Pemkab juga tengah menyelesaikan dua PR (pekerjaan rumah) penting, yakni penyelesaian surat pembebasan lahan dan pembentukan Satgas MBG.
"Semua sedang kami kebut. Sudah ada arahan langsung dari Ibu Bupati. Jadi tidak hanya tambah dapur, tapi koordinasi dan pengawasan juga harus kuat lewat Satgas,” tegas Sukirman yang baru saja menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Program MBG di Semarang, Kamis (31/7) lalu.
Data dari Badan Gizi Nasional (BGN) per 28 Juli 2025 mencatat baru 2.378 unit SPPG aktif di seluruh Indonesia, dengan cakupan 7,4 juta penerima manfaat.
Jawa Tengah sendiri baru memiliki 335 unit dari kebutuhan 2.753. Artinya, masih dibutuhkan lebih dari 2.400 unit tambahan untuk memenuhi target. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla