Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Geger Penemuan Bayi di Sijeruk Sragi Kabupaten Pekalongan, Belasan Orang Antre Ingin Adopsi

Nanang Rendi Ahmad • Kamis, 7 Agustus 2025 | 04:10 WIB

ADOPSI MENANTI: Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf saat menggendong dan mengecek kondisi bayi di Puskesmas Sragi I, Rabu (6/8). Bayi diduga dibuang oleh orang tuanya di Desa Sijeruk, Sragi.
ADOPSI MENANTI: Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf saat menggendong dan mengecek kondisi bayi di Puskesmas Sragi I, Rabu (6/8). Bayi diduga dibuang oleh orang tuanya di Desa Sijeruk, Sragi.

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Warga Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, digegerkan dengan penemuan seorang bayi perempuan di sebuah warung yang masih tutup.

Bayi malang itu diduga sengaja dibuang entah oleh siapa. Bayi tersebut ditemukan pada Rabu 6 Agustus 2025 sekitar pukul 07.00 WIB.

Setelah dibawa ke puskesmas terdekat, belasan orang justru antre ingin mengadopsi.

Baca Juga: Wali Kota Pekalongan Tekan Kematian Ibu dan Bayi dengan Program Kolaboratif

Sulastri, perangkat Desa Sijeruk, menjadi salah satu orang pertama yang mengetahui keberadaan bayi malang tersebut setelah mendapat kabar dari kakaknya. 

"Kakak saya teriak-teriak memanggil saya. Saya kira anak saya jatuh, karena anak saya sedang bersamanya. Ternyata dia bilang ada bayi nangis. Pas saya lihat, kelihatan tangan dan kakinya. Bayinya dibungkus jaket, jarik, lalu dilapisi plastik (kresek hitam)," tutur Sulastri.

Bayi tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Sragi I untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan.

Baca Juga: Bayi Perempuan Ditemukan di Angkringan Karangdadap Kabupaten Pekalongan

Bidan Puskesmas Sragi I Tunjung Putri Utami mengatakan, bayi saat baru saja tiba di puskesmas kondisinya kedinginan. Bibir sampai biru dan tubuh menggigil. 

"Tapi alhamdulillah sehat, tidak ada kelainan apapun. Pernapasannya juga bagus. Beratnya 3 kilogram, panjang 47 sentimeter," terangnya.

Bayi diperkirakan baru berusia sehari. Tali pusarnya sudah layu, dalam kondisi terpotong tapi belum diikat. 

Baca Juga: RSUD Kraton Bantah Isu Pungli Memandikan Bayi, Begini Klarifikasinya

"Kemungkinan itu dipotong pakai gunting. Karena potongannya rata. Tapi belum diikat, jadi pas sampai sini kami tinggal mengikat," ucapnya. 

Data dari puskesmas, sudah ada 10 orang mengajukan permohonan untuk mengadopsi. Namun pihak puskesmas tak berwenang menanggapi permohonan tersebut.

Sementara Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pekalongan menyebut, ada lebih dari 10 orang (belasan) yang sudah mengantre ingin adopsi. 

Baca Juga: Korban Tewas Akibat Longsor Petungkriyono Bertambah Menjadi 20 Orang, Salah Satunya Bayi Lima Bulan

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Pekalongan Moureta V. Loreent mengatakan, sesuai prosedur bayi akan terlebih dahulu dititipkan di Panti Sosial Anak Balita milik Dinsos Provinsi Jateng di Salatiga.

“Tapi ini kan sedang proses penyelidikan oleh kepolisian. Kami harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Setelah proses itu berhenti atau dihentikan, baru bisa diproses lebih lanjut untuk adopsi," terangnya. 

Keputusan soal pengasuhan hingga pengurusan dokumen administrasi pun menjadi kewenangan Dinsos Provinsi.

Baca Juga: Pj Bupati Batang Tetap Bantu Bayi Berkelamin Ganda dan Kelainan 95 Persen di Tubuhnya, Walau Ber-KTP Pekalongan

Dinsos Kabupaten Pekalongan hanya bertugas sebagai penghubung dan verifikator awal. Salah seorang yang berminat ingin mengadopsi bayi malang tersebut ialah Heri Wisapta, 41.

Warga Desa Klunjukan, Kecamatan Sragi, tersebut bahkan rela meninggalkan aktivitasnya untuk mencari informasi adopsi ke puskesmas.

Alasannya karena ia sudah menikah delapan tahun tapi belum dikaruniai anak. Ia datang ke puskesmas ditemani rekannya.

Baca Juga: Kasus Dugaan Rudapaksa Anak di Pekalongan Mandek, Bayi Korban Kini Berusia 13 Bulan,

"Saya tadi sedang ada kegiatan di Kajen. Begitu dapat informasi ada bayi dibuang dan dirawat di puskesmas ini, saya langsung ke sini. Ternyata sudah banyak yang mau adopsi juga. Saya mau cari informasi syarat-syarat dan prosesnya," ucapnya. 

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf turut mengecek kondisi bayi ke lokasi.

Ia mengatakan, kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi dan saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku pembuang bayi tersebut. 

Baca Juga: Polres Pemalang Tangkap Wanita Muda Diduga Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan di Toilet Rest Area Tol

"Kami sudah lakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, dan saat ini masih dalam proses pendalaman untuk mencari tahu siapa pelaku atau orang tua yang meninggalkan bayi ini," kata Rachmad. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #Sragi #Sijeruk #adopsi #penemuan bayi #Kapolres Pekalongan #Polsek Sragi #Puskesmas Sragi I