METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Penurunan angka stunting di Kabupaten Pekalongan tidak semata hasil dari program kesehatan yang serba medis.
Melainkan justru banyak peran besar dari dapur rumah tangga (keluarga) dan pola asuh yang sehat.
Strategi itu masih akan dipakai dalam perang melawan stunting ke depan.
Baca Juga: Remaja Putri Kota Pekalongan Minum TTD Bersama, Upaya Cegah Anemia dan Stunting Sejak Dini
Wakil Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan, hasil nyata sudah terlihat. Persentase stunting Kota Santri menurun signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Misalnya pada 2023 berada di angka 28,6 persen, turun signifikan pada 2024 menjadi 16,5 persen. Data itu menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
"Ini buah kerja bersama. Ada dukungan DPRD, ada goodwill Ibu Bupati yang gaspol mengawal program penurunan stunting, termasuk pencegahan pernikahan dini,” ujar Sukirman saat membuka Rembuk Stunting dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, Kamis 7 Agustus 2025.
Baca Juga: Pemkab Batang Luncurkan Genting, Faelasufa Faiz Berkomitmen Atasi Stunting
Menurut Sukirman, momentum Harganas kali ini bukan sekadar seremoni.
"Melainkan sebagai pengingat bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk generasi sehat dan cerdas. Kalau pondasinya rapuh, sulit berharap anak-anak tumbuh optimal,”ucapnya.
Plt Kepala Dinas P3A PPKB Kabupaten Pekalongan Ali Akbar menambahkan, kunci keberhasilan penurunan stunting beberapa tahun terakhir memang terletak pada kesadaran keluarga.
Baca Juga: Kirab Bangga Kencana Hebohkan Kota Pekalongan, Targetkan Nol Stunting dalam 5 Tahun
Tidak semata-mata dari program pemerintah.
Karena itu, kata Ali, Rembuk Stunting mengundang kepala puskesmas, penyuluh KB, perguruan tinggi, pelaku usaha, organisasi keagamaan, hingga forum anak.
Mereka yang akan turun ke akar rumput untuk memberi penyuluhan dan edukasi.
Baca Juga: Terungkap! 230 Anak Pekalongan Alami Stunting, Ini Solusi Pemkot
"Jadi kami lebih menekankan pada keluarga soal gizi seimbang sampai pola asuh yang benar,” ucapnya.(nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla