METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan bersiap memulai uji coba sistem lima hari sekolah.
Dimulai pekan ini di 175 sekolah, SD Negeri dan SMP Negeri.
Pemkab tak ragu akan mengembalikan sistem ke semula, apabila lima hari sekolah tak efektif maupun mengganggu waktu siswa mengaji di TPQ maupun madrasah diniyah (madin).
Baca Juga: Pemkab Pekalongan Bakal Uji Coba Lima Hari Sekolah, Sampel Hanya di Beberapa Sekolah
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq telah meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (dindikbud) untuk mendesain dan mengatur waktu agar pelaksanaan tak mengesampingkan identitas Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Santri.
“Jangan sampai gara-gara lima hari sekolah, anak-anak jadi tidak ngaji. Kami atur jam pulangnya supaya mereka tetap punya waktu istirahat sebelum lanjut belajar agama,” katanya.
Uji coba rencananya berlangsung selama enam bulan dengan evaluasi utama tiap tiga bulan.
Dalam evaluasi itu Pemkab akan mengkaji banyak hal, baik dari sisi siwa maupun guru.
"Kalau ternyata nanti jam mengaji terganggu, kami perbaiki. Bahkan mungkin kembali ke enam hari sekolah," tegas Fadia.
Sementara itu Dindikbud Kabupaten Pekalongan Kholid menjelaskan, uji coba mungkin akan dimulai Selasa besok 12 Agustus 2025.
Baca Juga: Tak Cukup Sekadar Sekolah, Wajib Belajar 13 Tahun Harus Dimulai dari PAUD
Senin ini, ia lebih dulu mengumpulkan kepala sekolah untuk persiapan teknis.
Ia menyebutkan, 175 sekolah yang menjadi sampel uji coba ini tersebar di seluruh Kabupaten Pekalongan.
Sebarannya, sekolah-sekolah di daerah atas semua menjadi sampel.
Sementara yang di daerah tengah maupun bawah (pesisir), hanya diambil dua SD dan dua SMP tiap kecamatan.
“Kalau Kecamatan Kajen yang sebagian wilayahnya ada di daerah atas, itu mungkin lebih dari dua sekolah," jelasnya.
Teknisnya, jadwal pulang untuk SD kelas 1–3 pulang pukul 11.30.
Baca Juga: Belum Ada Usulan Resmi, Dindik Kota Pekalongan Tetap Buka Peluang Sekolah 5 Hari
Sedangkan kelas 4–6 pukul antara 13.30–14.00. sementara untuk SMP pulang pukul 14.30.
"Kami sudah koordinasi dengan sejumlah kiai, salah satunya di Ponpes Al-Utsmanu, di sana TPQ itu dimulai pukul 16.00. Jadi anak masih ada waktu dua jam manakala mereka pulang sampai rumah pukul 14.00," tandas Kholid. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla