METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Areal persawahan Desa Sumub Lor, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, mendadak berubah suasana, pada Kamis pagi 28 Agustus 2025.
Ratusan orang memadati sekitaran lahan sawah milik Kelompok Tani Sumber Makmur.
Mereka menonton lomba balap traktor roda dua yang dihelat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan.
Baca Juga: Petani Mengeluh, Ada Pungutan Rp 5 ribu Buat Tebus Pupuk Subsidi di Kabupaten Batang
Sejak pagi, penonton sudah berdatangan. Mereka berdiri berjejer di pinggir lahan sawah yang belum ditanami dan disulap menjadi arena balap.
Ada yang berteduh di bawah payung, ada pula yang santai duduk di pematang.
“Penontone wis rame kok durung dimulai (penonton sudah ramai kok acara belum dimulai," celetuk pria paruh baya yang duduk di pinggir arena dekat garis finis.
Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas, Petani di Batang Diedukasi Pembibitan Tembakau Berkualitas
Panas mulai menyengat, peserta baru berangsur datang. Bak ajang balap profesional, unit traktor diperlakukan dengan istimewa.
Traktor diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka, diturunkan dengan sangat hati-hati. Rata-rata setiap tim mengenakan kaos seragam kebanggaan mereka.
Total peserta ada 20 tim. Mereka merupakan para petani dari 19 kecamatan plus satu peserta dari SMK Diponegoro Karanganyar yang punya jurusan pertanian.
Baca Juga: Petani di Gringsing Batang Berburu Tikus dengan Belerang, Efektif Bunuh Hama di Sarangnya
Sebelum turun ke arena, panitia melakukan pengecekan ketat. Mesin wajib standar, kapasitas 8,5 PK. Tidak boleh ada modifikasi atau rakitan.
Aturan ini dibuat agar adu cepat sekaligus adu keterampilan berlangsung fair.
“Jadi intinya bagaimana para joki ini mengoperasikan dan mengendalikan traktor, siapa yang seimbang, tidak jatuh, dan lebih dulu sampai finis, itu yang menang," kata Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan Ari Lailani.
Baca Juga: Kelompok Tani Ternak JSN Cengkir Gading Lakukan Pendampingan 100 Petani Peternak di Lima Desa
Saat dua traktor pertama bertanding, penonton merangsek ke dekat arena. Mereka bersorak setiap kali peserta hampir mendekati garis finis.
Sorak sorai penonton mengalahkan deru mesin traktor.
Dani, 31, peserta asal Sidosari, Kecamatan Kesesi, mengaku sudah berlatih dua kali sebelum menghadapi pertandingan.
Baca Juga: Serunya Petani Gringsing Adu Ketangkasan Balap Traktor Pembajak Sawah
Ini juga merupakan kali kedua dia mengikuti ajang serupa. Yang pertama tahun lalu, di Desa Duwet, Kecamatan Bojong.
“Wah, seneng banget ikut lomba seperti ini. Saya itu suka dan pegang traktor sawah sejak SD. Bagus sih ada lomba traktor begini, bisa menumbuhkan anak muda menyukai pertanian dan turun ke sawah," katanya.
DKPP menggelar lomba ini dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI dan Hari Jadi ke-403 Kabupaten Pekalongan.
Baca Juga: Petani di Batang Dapat Bantuan Mesin Pertanian Rp 5 Miliar
Selain itu, kata Kepala DKPP, ajang ini untuk mendukung dan mengampanyekan swasembada pangan yang digaungkan Presiden Prabowo. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla