METROPEKALONGAN.COM, Kajen - BPJS Kesehatan terus memperluas jangkauan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) untuk meningkatkan kualitas hidup peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Salah satu fasilitas kesehatan yang konsisten menjalankan program ini adalah Klinik Pratama Polres Pekalongan, yang setiap bulan menggelar pemeriksaan rutin bagi penderita diabetes melitus dan hipertensi.
Kegiatan pemeriksaan rutin yang digelar Rabu 17 September 2025 itu diikuti sekitar 40 peserta.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Ternyata juga Cover Mental Health
Mereka terbagi dalam dua kelompok prolanis, yakni prolanis kencing manis dan prolanis hipertensi.
Kasi Dokkes Polres Pekalongan dr. Luhur menjelaskan, kontrol rutin ini menjadi sarana pemantauan kesehatan anggota Polri agar tetap produktif.
“Pemeriksaan dilakukan setiap bulan untuk mengecek kadar gula darah puasa. Enam bulan sekali dilakukan pemeriksaan lengkap termasuk HB A1C yang memantau kadar gula darah selama tiga bulan terakhir. Program prolanis dari BPJS Kesehatan ini sangat membantu karena biaya pemeriksaan menjadi gratis,” ujarnya.
Baca Juga: Wali Kota Pekalongan Harap Layanan DSA Ditanggung BPJS, Manfaat Besar untuk Cegah Stroke
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh peserta. Aiptu Wahyunudin, salah satu anggota Polres Pekalongan, mengaku terbantu dengan adanya layanan gratis ini.
"Kami jadi bisa tahu kondisi kesehatan secara rutin tanpa keluar biaya. Kesehatan terpantau, kita jadi lebih disiplin menjaga pola hidup, termasuk berolahraga,” tuturnya.
BPJS Kesehatan merancang Prolanis untuk mencegah komplikasi penyakit kronis, mengelola biaya kesehatan secara efektif, dan meningkatkan kualitas hidup peserta.
Baca Juga: Khoirul Anwar : Rasakan Aman dan Nyaman Berobat Pakai BPJS Kesehatan
Program ini dilakukan secara proaktif dengan melibatkan peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan agar hasilnya optimal.
Melalui dukungan Prolanis, BPJS Kesehatan membuktikan komitmennya dalam menjaga kesehatan masyarakat, termasuk anggota Polri yang memiliki beban kerja tinggi.
Kehadiran program ini diharapkan menjadi contoh keberhasilan pengelolaan penyakit kronis di lingkungan kerja. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla