METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan memetakan titik rawan bencana.
Semua kecamatan (19 kecamatan) berpotensi terdampak angin kencang. Seperti yang terjadi di Kecamatan Petungkriyono baru-baru ini.
“Selain banjir di wilayah utara dan longsor di selatan, ancaman terbesar yang kami cermati adalah angin kencang. Semua kecamatan berpotensi terdampak. Pohon tumbang di jalur utama bisa jadi risiko serius,” ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo.
Baca Juga: Warga dan Relawan Berjibaku Buka Akses Petungkriyono-Doro Pascabencana Angin Kencang
Belum lama ini Pemkab Pekalongan dan DPRD menggelar rapat koordinasi mitigasi bencana, bersama TNI dan Polri. Rakor dipimpin Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf.
Ia mengatakan, sepanjang 2025 ini tercatat sudah sembilan kejadian bencana.
“Kami sudah siapkan pemetaan wilayah rawan dan posko siaga. Juga untuk edukasi masyarakat,” ucapnya.
Baca Juga: Permintaan Kipas Angin dan Lampu Sangat Tinggi pada Dua Bulan Terakhir di Kota Pekalongan
Dari unsur TNI, Dandim 0710 memastikan 20 Koramil sudah menyiapkan struktur siaga bencana.
“Kami siap turun dengan personel dan logistik,” tegasnya.
Sementara Wakil Bupati Sukirman mengatakan, Pemkab sudah menyiapkan skema darurat. Termasuk logistik dan peralatan. Bahkan, anggaran dana tak terduga sedang disiapkan untuk diajukan ke DPRD.
anginBaca Juga: Hujan dan Angin Kencang Melanda Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, Rumah dan Sekolah Tertimpa Pohon Tumbang
“Kabupaten Pekalongan ini lengkap bencana, ada banjir, longsor, angin kencang. Karenanya, semua harus siaga,” ucapnya.
DPRD pun siap pasang badan dari sisi penganggaran. Ketua DPRD Abdul Munir meminta BPBD segera mendetailkan agenda mitigasi bencana.
"Kalau rencana jelas, kami percepat proses anggarannya,” kata Munir. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla