METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan berubah bak panggung pagelaran wayang kulit, Rabu lalu 1 Oktober 2025.
Itulah arena Festival Dalang Anak tingkat kabupaten. Belasan anak unjuk kebolehan pada ajang tersebut.
Festival ini perdana ada di eks-Karesidenan Pekalongan. Digelar sebagai upaya melestarikan wayang sekaligus menumbuhkan minat seni di kalangan anak-anak.
Baca Juga: Kusnan Riyanto Pembuat Wayang Kardus dari Kabupaten Batang, Kemiripan 100 Persen
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan Kholid mengatakan, tujuan kegiatan ini bukan sekadar lomba, tapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk bangga terhadap warisan budaya sendiri.
"Kami baru tahun ini menggelar festival ini. Alhamdulillah disambut antusias, ada 12 peserta ikut ajang ini," katanya.
Sebanyak 12 peserta itu dibagi dua kategori, A dan B. Kategori A maksimal usia 12 tahun, sedangkan B maksimal usia 16 tahun.
Baca Juga: Pengendara Motor di Pemalang Kaget Ada Razia Polisi, Ternyata Bagi-Bagi Takjil Pakai Kostum Wayang
Para peserta tampak semangat bak dalang sungguhan. Semuanya tampil dengan pakaian khas dalang dan membawakan lakon (cerita) wayang yang mereka siapkan masing-masing.
Salah seorang peserta Dafin Arsenio Rahmawan misalnya, membawakan lakon "Gatotkaca Ratu".
Siswa kelas IV SD Negeri 02 Kesesi ini mengaku, mendalang itu susah-susah gampang. Tapi cita-citanya memang ingin jadi seorang dalang.
Baca Juga: Jingle Kampanye Wong Batang Biso Diluncurkan Pasangan Fallas-Ridwan, Angkat Kearifan Lokal di Momentum Hari Wayang Nasional"Ini pertama kali ikut festival. Baru setahun latihan. Senang bisa ikut tampil di festival ini," ucapnya.
Kebanggaan dirasakan para orang tua peserta. Istiawan, ayah Davin, menyebut anaknya memilih ingin jadi dalang tanpa paksaan. Ia bangga karena minat Dafin berbeda dengan kebanyakan teman sebaya.
“Kami hanya mendukung. Harapannya festival ini bisa rutin tiap tahun karena bisa untuk mencari bibit dalang baru,” ungkapnya.
Baca Juga: KPU Batang Sosialisasikan Pilkada kepada Pemilih Lewat Gelaran Wayang Kulit
Ketua Pepadi (Persatuan Pedalang Indonesia) Korwil Pekalongan Ki Mangun Yuwono mengatakan, festival ini merupakan progres besar. Soal penampilan para peserta, kata dia, sudah sangat luar biasa.
"Para peserta ini rata-rata belum lama latihan. Jadi mereka sudah sangat luar biasa bisa tampil memukau seperti itu. Bagi saya, sementara ini kami bicara kuantitas dulu. Kualitas nanti bisa mengikuti," ujarnya.
Ia sepakat apabila festival serupa digelar tiap tahun dan menjadi agenda rutin. Ia mengapresiasi Pemkab Pekalongan yang telah mengambil peran menggelar festival ini.
Baca Juga: Pemkab Batang Kenalkan Wayang Kulit pada Ratusan Pelajar SD, Ini Manfaatnya
"Dan tadi juga Bapak Sekda sudah mengatakan, sudah memberi lampu hijau bahwa tahun depan festival ini digelar lagi lebih meriah, lebih banyak peserta, tidak hanya lingkup Kabupaten Pekalongan, tapi se-Korwil Pekalongan," pungkasnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla