Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Desa Kampil Kabupaten Pekalongan Peringkat Dua Penanganan Stunting Jateng

Nanang Rendi Ahmad • Selasa, 28 Oktober 2025 | 00:32 WIB

BANGGA: Kepala Desa Kampil Slamet Sutrisno saat menunjukkan penghargaan, didampingi Kepala Dinas PMD Kabupaten Pekalongan Agus Dwi.
BANGGA: Kepala Desa Kampil Slamet Sutrisno saat menunjukkan penghargaan, didampingi Kepala Dinas PMD Kabupaten Pekalongan Agus Dwi.

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Upaya Pemkab Pekalongan menekan angka stunting menuai hasi membanggakan.

Desa Kampil, Kecamatan Wiradesa, berhasil menyabet peringkat kedua kategori Desa Berkinerja Baik dalam Pelaksanaan Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025.

Penghargaan itu diberikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpermadesdukcapil) Provinsi Jateng, dan diterima langsung oleh Kepala Desa Kampil Slamet Sutrisno, Kamis lalu 23 Oktober 2025.

Baca Juga: Pemkab Pekalongan Tunjuk Tujuh Desa Jadi Percontohan KDMP

Slamet Sutrisno mengungkapkan, keberhasilan desanya tak lepas dari inovasi program bertajuk “SILAMATS” (Siap Lindungi Anak dan Masyarakat Tanpa Stunting).

Program tersebut berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan masyarakat. 

“Melalui program SILAMATS, kami fokus pada pelayanan terpadu mulai dari edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga pelatihan kader kesehatan. Semua kami jalankan dengan dukungan dana desa dan sinergi dengan pemerintah daerah,” jelasnya. 

Baca Juga: Kado Hari Santri, Warga NU Limpung Siap Kawal Pembangunan SMA Negeri di Desa Babadan

Beberapa kegiatan dalam program tersebut antara lain kelas ibu hamil, kelas remaja, kelas balita, pelatihan kader kesehatan desa, serta pemberian pangan tambahan (PMT) bagi keluarga berisiko stunting.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pekalongan Agus Dwi mengatakan, keberhasilan Kampil menjadi bukti bahwa intervensi program stunting melalui dana desa efektif menekan prevalensi kasus. 

Agus menambahkan, hampir seluruh desa di Pekalongan sudah menjalankan program serupa, meski tingkat keberhasilannya bervariasi.

Baca Juga: Pembangunan 7 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Batang Dimulai

“Ada yang hasilnya sudah maksimal, ada juga yang masih perlu pendampingan lebih lanjut. Maka, kolaborasi lintas program dan kegiatan sangat dibutuhkan untuk mempercepat penurunan stunting,” ucapnya.

Ia berharap penghargaan yang diraih Desa Kampil bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengelola program penanganan stunting.

“Capaian ini diharapkan menjadi contoh bagaimana desa dapat berperan aktif, baik dalam pola, tata kelola, maupun keterlibatan masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga: Pemkab Pekalongan Gelontor Rp 3,5 Miliar Tangani Banjir di Desa Pacar, Siapkan Rumah Pompa Baru dan Sodetan

Berdasarkan data Bapperida Kabupaten Pekalongan, angka prevalensi stunting terus menunjukkan tren penurunan.

Pada 2023 angka stunting menurut SSGI mencapai 28,6 persen, sedangkan pada 2024 turun drastis menjadi 19,5 persen.

Peringkat Kabupaten Pekalongan naik tajam dari posisi 34 menjadi posisi 12 besar dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #peringkat dua #jawa tengah #Wiradesa #stunting #Desa Kampil