METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Upaya Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Kajen Kabupaten Pekalongan mengakselerasi layanan digital mulai membuahkan hasil.
Sebanyak 58 persen dari total pelanggan sudah membayar tagihan tanpa antre, cukup lewat platform digital maupun mitra pembayaran resmi.
Angka itu menunjukkan bahwa transformasi digital PDAM bukan sekadar slogan.
Baca Juga: PDAM Tirta Kajen Kabupaten Pekalongan Dorong Pelanggan Manfaatkan Loket Online Ketika Bayar Tagihan
Direktur Perumda Air Minum Tirta Kajen Nur Wachid mengatakan, langkah ini diambil demi memudahkan pelanggan.
"Kami bermaksud memberikan kemudahan pelayanan kepada pelanggan dalam melakukan transaksi pembayaran yang dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun,” katanya.
Ia menambahkan, digitalisasi bakal terus digenjot sebagai inovasi layanan publik yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat masa kini yang serba cepat dan praktis.
Baca Juga: Kasus Tagihan Fiktif Terbantahkan, Pengelola Pelabuhan Khusus PLTU Batang Tagih Ratusan Juta
PDAM Tirta Kajen juga sudah menyediakan segudang opsi atau kanal pembayaran. Lewat perbankan, tersedia di Bank Jateng, BNI, dan Mandiri.
Layanan Pos Indonesia dan Kios Bank juga bisa jadi pilihan. Ada pula lewat marketplace seperti Shopee, Bukalapak, dan Lazada.
Lewat dompet digital pun bisa, seperti Dana, OVO, GoPay, dan LinkAja. Melalui platform Teleanjar dan Indo Pratama Network juga bisa. Ditambah lagi jaringan ritel seperti Alfamart dan Indomaret.
Baca Juga: PDAM Tirta Kajen Imbau Pelanggan Manfaatkan Loket Online untuk Pembayaran Tagihan
Dengan kanal seluas itu, pelanggan diharapkan lebih banyak opsi dan bebas memilih yang paling diminati.
PDAM Tirta Kajen masih akan mendorong 42 persen pelanggan yang masih bertahan dengan pola bayar langsung ke kantor.
Mereka, kata Nur Wachid, memang mayoritas berasal dari kelompok usia lanjut dan warga yang merasa lebih aman ketika bertemu petugas.
Baca Juga: Jadi Langganan Banjir, Rumah di Pesona Griya Panjang Pekalongan Ditinggalkan Pemiliknya
“Rata-rata karena rasa kepercayaan ketika pembayaran dilakukan langsung bertemu petugas serta keterbatasan terhadap pembayaran elektronik, terutama pada pelanggan usia lanjut,” jelasnya.
PDAM Tirta Kajen berharap adopsi digital terus menanjak, seiring edukasi dan perluasan akses pembayaran.
“Harapan kami, pelanggan semakin terbantu dengan kemudahan ini, sehingga pembayaran bisa lebih cepat, aman, dan tidak terbatas waktu serta lokasi,” tutup Nur Wachid. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla