METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Hujan deras yang kerap mengguyur wilayah pegunungan Kabupaten Pekalongan beberapa hari terakhir meninggalkan ancaman serius.
Tanah di jalur penghubung Desa Trajumas–Bodas, Kecamatan Kandangserang, mengalami pergerakan cukup hebat hingga memunculkan retakan memanjang sekitar 150 meter, Minggu (16/11/2025).
Retakan itu membelah badan jalan dan membuat akses vital antardesa tersebut kini tak berbentuk. Akibatnya, kendaraan roda empat untuk sementara tak bisa melintas.
Baca Juga: Pemkab Pekalongan Kirim Personel dan Logistik untuk Penanganan Bencana Longsor Banjarnegara
Pengendara roda dua yang nekat memaksakan lewat, diwanti-wanti karena kondisi tanah masih labil. Polisi telah mengecek lokasi dan memasang tanda peringatan.
Kapolsek Kandangserang Iptu Slamet Riyadi menyebut, retakan sepanjang 150 meter itu membuat jalur Trajumas-Bodas sementara ini ditutup.
"Kondisinya sangat berbahaya. Untuk sementara hanya kendaraan kecil yang bisa melintas, itu pun harus ekstra hati-hati,” ujarnya.
Ia mengimbau para pengguna jalan untuk mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan jika tidak mendesak.
Ia jug meminta warga tak memaksakan perjalanan pada malam hari atau saat hujan turun. Saat ini pihak desa sedang menunggu penanganan dari dinas terkait.
"Mohon untuk para pengguna jalan agar berhati-hati dan waspada terhadap potensi longsor, terutama jika hujan kembali turun," pesannya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla