Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Soal Mobil Pengantar MBG Kecelakaan, SPPG Pakisputih Kabupaten Pekalongan Akui Kecolongan Rekrutmen Sopir

Nanang Rendi Ahmad • Kamis, 18 Desember 2025 | 06:26 WIB

MONITORING: Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan saat inspeksi dan monitoring di SPPG Pakisputih, Rabu (17/12/2025).
MONITORING: Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan saat inspeksi dan monitoring di SPPG Pakisputih, Rabu (17/12/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Rekrutmen pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pekalongan, menjadi sorotan publik.

Ini buntut dari kejadian kecelakaan mobil pengantar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pakisputih, Kecamatan Kedungwuni, pekan lalu. 

Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun insiden tersebut memunculkan tanda tanya soal rekrutmen tenaga SPPG.

Baca Juga: Armada SPPG Terguling, Ratusan Siswa di Kabupaten Pekalongan Gagal Mendapat Jatah MBG

Pasalnya, sopir mobil SPPG Pakisputih yang menabrak pagar rumah warga lalu terguling itu, berusia 63 tahun alias melebihi batas ketentuan usia.

Ditambah, saat kejadian, sopir tercatat tak memiliki SIM A atau masa berlakunya habis.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir akhirnya melakukan inspeksi dan monitoring ke SPPG Pakisputih, Rabu 17 Desember 2025.

Baca Juga: Pekerja SPPG Hingga Relawan KMP Bakal Diikutkan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Salah satu temuannya, ternyata sopir tersebut direkrut oleh pihak yayasan pengelola tanpa melibatkan SPPG. Akibatnya, profil sopir tidak diketahui secara detail, termasuk usia.

"Kalau soal sarana prasarana dan operasional, secara normatif SPPG ini sudah baik. Catatan kami hanya dua, soal rekrutmen sopir itu tadi, lalu terkait adanya sebagian bahan pangan yang tidak dipasok dari pedagang lokal (sekitar). Ini yang perlu dievaluasi," ungkapnya.

Kepala SPPG Pakisputih Rifqi Aula Arifian mengonfirmasi, sejak tahap awal semua kebutuhan SPPG telah disiapkan oleh yayasan.

Baca Juga: Ratusan Relawan SPPG Pemalang Serentak Daftar BPJS Ketenagakerjaan

Termasuk perekrutan pegawai dan relawan. Ini membuat SPPG terbatas dalam mengoreksi atau memfilter hasil rekrutmen. 

"Ya boleh dikatakan begitu (kecolongan). Tapi ke depan, setiap temuan dipastikan akan terus dikomunikasikan dengan yayasan agar sesuai ketentuan," ucapnya. Saat ini, sambung Rifqi, sopir yang bersangkutan telah dinonaktifkan.

Terkait sebagian bahan menu MBG yang dipasok dari luar daerah, Rifqi menyatakan akan menjadikan itu sebagai evaluasi.

Baca Juga: Bupati Batang Faiz Kurniawan Sidak MBG, Ancam Cabut Izin SPPG 'Nakal'

"Ke depan pedagang lokal akan lebih dilibatkan. Masukan dari DPRD hari ini menjadi bahan koordinasi lanjutan dengan yayasan," katanya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#sidak #Pakisputih #kabupaten Pekalongan #mobil MBG #rekrutmen SPPG #SPPG #DPRD Kabupaten Pekalongan