METROPEKALONGAN.COM, Kajen – Bagi Direktur RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan dr. Imam Prasetyo, melayani pasien tidak berhenti ketika tindakan medis selesai dilakukan.
Justru setelah itu, pendampingan dan perawatan dimulai.
Ia melihat masih banyak pasien atau penyintas stroke masih membutuhkan pendampingan, edukasi, dan rasa aman ketika kembali ke rumah.
Kesadaran itulah yang mendorong dirinya untuk menghadirkan layanan kesehatan berkelanjutan.
Di tengah perkembangan teknologi digital, ia merancang sebuah aplikasi untuk mendampingi perawatan pasien stroke bernama NeuCare.
Ia terpanggil untuk meluncurkan aplikasi tersebut dengan keyakinan bahwa bahwa inovasi harus tetap berpihak pada manusia ketika layanan kesehatan kian kompleks.
NeuCare bukan sekadar aplikasi kesehatan. Di dalamnya, pasien dan keluarga mendapatkan edukasi interaktif mengenai pencegahan stroke berulang, panduan gizi, layanan farmasi, hingga konsultasi dokter.
Menariknya, platform ini dapat diakses secara offline dan dilengkapi fitur koneksi langsung ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), sehingga pasien merasa lebih aman dalam kondisi darurat.
“Jadi NeuCare ini inovasi yang kami rancang dengan berbasis empati kepada pasien stroke. Tujuannya untuk mencegah terjadinya stroke berulang,” kata dr. Imam.
Menurutnya, teknologi harus menjadi alat untuk mendekatkan layanan kesehatan dengan pasien, bukan justru menciptakan jarak.
Inovasi ini pun mendapat respons positif dari berbagai pihak.
NeuCare telah meraih sejumlah penghargaan, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional, termasuk apresiasi dari BPJS Kesehatan.
Pengakuan tersebut menegaskan bahwa inovasi layanan kesehatan berbasis teknologi dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Atas dedikasi dan terobosannya itu, dr. Imam Prasetyo dianugerahi Abdi Nagari Award 2025 oleh Jawa Pos Radar Semarang dan Radar Semarang Academy pada Jumat (12/12/2025) lalu.
Ia masuk dalam kategori Abdi Inovasi Layanan Kesehatan Berbasis Teknologi dan Empati.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kiprahnya sebagai aparatur sipil negara yang menghadirkan perubahan nyata di sektor kesehatan.
“Saya mengapresiasi luar biasa terhadap acara Abdi Nagari Award ini. Ini sangat memotivasi kami di RSUD Kajen untuk terus melayani lebih baik,” ujarnya.
Bagi RSUD Kajen, kata dr. Imam, penghargaan ini menjadi penguat komitmen untuk terus berinovasi, memperluas pemanfaatan teknologi kesehatan, dan tetap menempatkan empati sebagai fondasi layanan.
Ia juga menilai penghargaan ini bukan sekadar pengakuan personal, melainkan dorongan moral bagi seluruh insan kesehatan di RSUD Kajen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. (nra)
Editor : Ida Nor Layla