Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Ibu dan Dua Anak Tewas Tertabrak Kereta Api di Siwalan Kabupaten Pekalongan, Dishub Langsung Tutup Total Perlintasan

Nanang Rendi Ahmad • Rabu, 31 Desember 2025 | 04:10 WIB

KECELAKAAN: Situasi di lokasi pascakejadian, polisi melakukan olah TKP dan evakuasi para korban, Senin (29/12/2025).
KECELAKAAN: Situasi di lokasi pascakejadian, polisi melakukan olah TKP dan evakuasi para korban, Senin (29/12/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kecelakaan maut terjadi di jalur rel kereta api wilayah Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Senin sore 29 Desember 2025.

Seorang ibu bersama dua anaknya tewas setelah sepeda motor yang mereka kendarai tertemper kereta api saat melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 15.15 WIB di KM 98+300 petak jalan antara Stasiun Sragi–Pekalongan. Saat kejadian, hujan mengguyur kawasan tersebut.

Ketiga korban diketahui melintas dari arah selatan ke utara menggunakan sepeda motor Honda Vario 125. Diduga, korban tidak menyadari adanya kereta api sedang melintas.

Baca Juga: Soal Mobil Pengantar MBG Kecelakaan, SPPG Pakisputih Kabupaten Pekalongan Akui Kecolongan Rekrutmen Sopir

Kapolsek Sragi AKP Turkhan mengatakan, kecelakaan terjadi saat visibilitas (jarak pandang) menurun karena hujan deras.  

“Pada saat kejadian hujan lebat sehingga jarak pandang terbatas. Korban melintas di jalur rel dan tidak mengetahui adanya kereta api yang melintas, hingga sepeda motor tertemper kereta dan ketiga korban terpental,” terangnya.

Ketiga korban masing-masing Muji Rahayu Slamet, 35, warga Dukuh Kendayaan, Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, bersama dua anaknya yakni Agung Januar Putra, 11, dan Ajeng, 7. Ketiganya meninggal di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), titik benturan awal dengan posisi sepeda motor pascakejadian, berjarak sekitar 30 meter.

Baca Juga: Warga Keluhkan Jalan Gelap Rawan Kecelakaan, Bupati Batang Target 11 Ribu PJU Tuntas 2027

“Sementara posisi para korban ditemukan terpisah di sisi timur motor dengan jarak antara 6 hingga 8 meter, seluruhnya dalam posisi tengkurap,” jelasnya.

Informasi diterima, ketiga korban sehari-hari tidak tinggal di desa setempat melainkan di luar kota.

Mereka tengah pulang kampung untuk menghadiri hajatan keluarga. Saat kejadian, mereka baru saja belanja kebutuhan hajatan.

Perlintasan tersebut biasanya ada relawan penjaga. Namun saat kejadian, penjaga tidak ada karena tengah sakit. 

TUTUP TOTAL: Dishub Kabupaten Pekalongan dan pihak PT KAI menutup total perlintasan.
TUTUP TOTAL: Dishub Kabupaten Pekalongan dan pihak PT KAI menutup total perlintasan.

Atas kejadian ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan langsung menutup total perlintasan tanpa palang pintu tersebut.

Kepala Dishub Kabupaten Pekalongan Agus Purwanto mengatakan, penutupan ini bersifat total namun sementara.

"Kesepakatan dengan PT KAI, ini ditutup total sampai paling tidak libur lebaran 2026. Kami akan membuka kembali apabila memang ada permintaan dari masyarakat dan pemerintah desa setempat. Tapi syaratnya harus ada komitmen untuk memastikan ada penjaga di perlintasan tersebut," paparnya.

Baca Juga: Kecelakaan di Jalun Pantura Depan Alun-Alun Batang, Jadikan Warga Trauma

Dengan penutupan perlintasan ini artinya masyarakat harus memutar ke akses lain.

"Ya harapannya masyarakat memaklumi. Terpaksa aksesnya harus memutar dulu. Jadi bisa lewat di perlintasan sebelah timurnya, kurang lebih setengah kilometer dari lokasi," pungkasnya. (nra)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #siwalan #Tertemper kereta api #tertabrak kereta