Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Polisi Dalami Kasus Robohnya Atap SMAN 1 Wiradesa Kabupaten Pekalongan

Nanang Rendi Ahmad • Sabtu, 3 Januari 2026 | 02:12 WIB

ROBOH: Kondisi di lokasi sehari setelah atap roboh, SMAN 1 Wiradesa, Selasa (30/12/2025).
ROBOH: Kondisi di lokasi sehari setelah atap roboh, SMAN 1 Wiradesa, Selasa (30/12/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Polisi akhirnya menyelidiki kasus robohnya atap bangunan SMA Negeri 1 Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, yang terjadi pada Senin lalu 29 Desember 2025.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab robohnya bangunan yang mengakibatkan dua orang pekerja terluka, satu di antaranya patah tulang kaki.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf mengatakan, polisi telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara bersama tim Inafis.

Baca Juga: Sedang Rehabilitasi, Atap SMAN 1 Wiradesa Kabupaten Pekalongan Malah Roboh, Dua Pekerja Luka

Hasil pengecekan awal, peristiwa itu terjadi saat dua pekerja tengah melakukan pekerjaan plamir atau pengecatan.

Atap yang ambrol ini merupakan bagian bangunan yang sedang dalam proses rehabilitasi (rehab).

“Dari keterangan awal, kedua pekerja tersebut jatuh dari atas bangunan ketika struktur atap tiba-tiba roboh," paparnya.

Baca Juga: Pohon Randu di Wonopringgo Roboh Timpa Kios, Begini Kesaksian Pemilik Kios

Saat ini kepolisian tengah melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta pihak pemenang proyek.

“Langkah kami, yaitu melakukan klarifikasi kepada pemenang pekerjaan dan para pekerja. Termasuk kami berkoordinasi dengan PU,” ucapnya. 

Baca Juga: Dinding Roboh, SD Negeri Depok Kabupaten Pekalongan Diproyeksikan akan Diperbaiki Tahun Ini

Selain itu, kepolisian turut menggandeng Dinas Pendidikan (Provinsi Jateng) untuk memastikan kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 1 Wiradesa nantinya tetap berjalan aman.

“Kami akan sampaikan kepada pemerintah agar proses belajar mengajar tetap berjalan dan tidak terkendala meskipun ada bangunan yang roboh,” tuturnya.

Hingga kini, penyelidikan terkait penyebab ambruknya atap bangunan tersebut masih terus dilakukan.

Baca Juga: TPS di Karangdadap Kabupaten Pekalongan Roboh Diterjang Hujan-Angin, Begini Kondisi Logistik Pilkada

Berdasarkan data pada papan proyek, pembangunan gedung tersebut dikerjakan CV Tunjung Steel Construction asal Semarang dengan nilai kontrak Rp 3,49 miliar.

Pekerjaan berlangsung selama 100 hari sejak kontrak dimulai pada 10 September 2025 dan ditargetkan rampung Desember 2025, dengan masa pemeliharaan selama 180 hari. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#SMAN 1 Wiradesa #kabupaten Pekalongan #atap sekolah ambrol #atap sekolah ambruk #roboh