Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Belasan Siswa SDN 01 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Mual-Muntah Usai Santap MBG, SPPG Sebut Belum Tentu Keracunan

Nanang Rendi Ahmad • Rabu, 14 Januari 2026 | 04:26 WIB

DUGAAN KERACUNAN: Anggota Polsek Kedungwuni saat memintai keterangan pihak SPPG Kedungwuni Timur atas kejadian siswa mual-muntah usai santap MBG, Selasa (13/1/2025).
DUGAAN KERACUNAN: Anggota Polsek Kedungwuni saat memintai keterangan pihak SPPG Kedungwuni Timur atas kejadian siswa mual-muntah usai santap MBG, Selasa (13/1/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Belasan siswa SD Negeri 01 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan dikabarkan muntah-muntah usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) di sekolah.

Peristiwa terjadi pada Selasa 13 Januari 2026.

Plt Kepala Sekolah SDN 01 Kedungwuni Deddy Ardiansyah mengatakan, berdasarkan laporan yang ia terima dari salah satu guru, awalnya hanya lima-enam siswa mengalami mual dan muntah. 

"Namun kemudian bertambah sampai total menjadi 15 siswa, mereka mengalami keluhan serupa. Akhirnya saya perintahkam untuk segera ditangani, dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit," ucapnya. 

Deddy tak mau berspekulasi soal penyebab kejadian ini. Ia mengatakan, di SD Negeri 02 Kedungwuni, tempatnya bertindak sebagai kepala sekolah definitif, tidak ada kejadian apa serupa. 

"Padahal menu yang dimakan sama dan dari SPPG yang sama. Jadi kami tidak bisa menduga-duga ini karena faktor MBG atau faktor lain," ungkapnya.

Kejadian siswa mual dan muntah ini langsung mendapat respons dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG terkait yang lokasinya memang hanya beberapa langkah dari SDN 01 Kedungwuni. 

Kepala SPPG Kedungwuni Timur Idhar K.R mengonfirmasi kebenaran kejadian ini. Ia bahkan turun langsung begitu mendapat laporan.

Ia mengatakan, pengiriman menu MBG ke sekolah tersebut dilakukan pada pukul 07.00.

Namun, kata dia, baru dikonsumsi siswa sekitar pukul 09.30. Setelah itu sejumlah siswa muntah-muntah.

"Untuk menu yang kami sajikan yakni bakmi jawa, di dalamnya ada kubis, wortel, dan telur ceplok yang dipisahkan dari bakmi. Sementara untuk buah ada anggur, lalu mentimun untuk lalapannya," ungkap Idhar.

Disinyalir bakmi yang disediakan telah basi dan menyebabkan siswa muntah-muntah.

Namun, kata Idhar, tekstur bakmi tersebut masih baik dan tidak lengket. Tetapi rasanya asam. 

"Pas dapat laporan saya kan ke sana, saya coba cicipi bakminya, itu teksturnya tidak lengket dan tidak berlendir. Tapi rasanya memang asam," bebernya.

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Pekalongan Nauf tidak menampik adanya kejadian ini. 

Namun ia menegaskan, tudingan soal keracunan MBG dalam kejadian ini masih berupa dugaan. 

"Yang jelas, saya memang dapat laporan soal adanya kejadian tersebut. Kalau soal itu (efek dari menu MBG) masih berupa dugaan. Karena kan perlu pengecekan lebih lanjut, uji laboratoriumnya bagaimana, dan sebagainya," tegasnya. 

Soal tindaklanjut atas kejadian ini, kata Nauf, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak lainnya seperti TNI, Polri, dan Dinas Kesehatan setempat.

Nauf juga menegaskan pihaknya berkomitmen akan bersikap transparan. 

“Kami tetap objektif dan tidak menutup-nutupi informasi. Laporan khusus juga akan kami sampaikan ke BGN pusat melalui Bidang Pemantauan dan Pengawasan, tentunya sambil menunggu hasil laboratorium," tegasnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan Edy Herijanto mengecek langsung ke lokasi SPPG.

Ia mengatakan, sampel makanan dan sisa muntahan anak telah dibawa ke laboratorium Provinsi Jawa Tengah untuk pemeriksaan.

"Iya, untuk sampelnya sudah dibawa ke laborotorium untuk dicek. Nanti kita lihat hasilnya," ucapnya. 

Belasan siswa mual-muntah yang sempat dilarikan ke puskesmas dan sebagian ke rumah sakit terdekat, dilaporkan telah dipulangkan ke rumah masing-masing. Tidak ada dari mereka yang rawat inap. (nra)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #SPPG #keracunan mbg #kedungwuni #Mbg