Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Banjir Masih Menggenang di Enam Kecamatan Kabupaten Pekalongan, Pengungsi Bertambah Menjadi Ribuan Orang

Nanang Rendi Ahmad • Senin, 19 Januari 2026 | 04:47 WIB

BANJIR: Kondisi banjir di Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (18/1/2026).
BANJIR: Kondisi banjir di Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (18/1/2026).

METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Dua hari terakhir, Sabtu-Minggu, wilayah Kabupaten Pekalongan terendam banjir.

Dampak paling besar tercatat di enam kecamatan.

Ribuan orang mengungsi dan jumlahnya kian bertambah. 

Banjir terjadi usai hujan deras berjam-jam pada Jumat (16/1/2026) malam lalu. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menyebut, enam kecamatan terdampak yakni Tirto, Siwalan, Sragi, Wonokerto, Wiradesa, dan Buaran. 

Hingga Minggu (18/1/2026), banjir masih menggenangi enam kecamatan tersebut.

Rata-rata kedalaman 30-60 sentimeter. Ada yang makin surut, tapi juga ada yang justru bertambah tinggi, terutama di wilayah utara atau hilir.

Dapat dikatakan belum ada titik genangan yang benar-benar surut.

Di Desa Pacar, Kecamatan Tirto, bahkan ada titik yang kedalamannya setinggi dada orang dewasa.

Camat Siwalan Toha mengatakan, di wilayahnya, desa yang paling parah terdampak ialah Desa Pait, Rembun, dan Mejasem.

Total warganya yang mengungsi ada 214 jiwa (dinamis). Titik pengungsian ada di kantor Kecamatan Siwalan dan pabrik PT. Lokatex.

"Kami sedang akan menyiapkan dapur umum, rencana lokasinya di gudang Bulog," ucapnya.

Di Kecamatan Tirto, jumlah pengungsi lebih banyak. Per Minggu (18/1/2026) siang, total ada 1.545 jiwa.

Pengungsi tersebar di 13 posko. Paling banyak di pabrik PT Dupantex dan masjid Nurul Hasan (Desa Pacar). 

Camat Tirto Siswanto mengatakan, banjir Tirto antara lain terjadi di Desa Pacar, Samborejo, Tanjung, dan Silirejo.

"Jumlah pengungsi masih dinamis, kemungkinan akan bertambah," ucapnya.

Banjir di Tirto ini bahkan melumpuhkan akses. Pantauan METROPEKALONGAN.COM di lapangan, jalan raya Desa Pacar tak bisa dilintasi kendaraan.Terutama di titik bawah underpass rel kereta api.

Padahal akses tersebut vital untuk menuju dan dari Desa Tanjung.

Jalan tersebut memang tidak ditutup, tapi tak ada kendaraan yang berani melintas menerjang genangan yang setinggi perut orang dewasa. 

Petugas masih terus berjibaku di lapangan, terutama melayani permintaan evakuasi.

Tak hanya Tim SAR dan relawan, kepolisian juga ikut evakuasi.

Polres Pekalongan bahkan mengevakuasi tiga lansia penderita stroke di Desa Pait, Kecamatan Siwalan. (nra)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #pacar #banjir #polres pekalongan #Sragi #siwalan #bpbd #tirto