METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Genangan air masih mengepung sejumlah permukiman di Kabupaten Pekalongan.
Hingga Minggu (18/1/2026), banjir masih merendam wilayah Kecamatan Siwalan dan Sragi.
Sedikitnya 214 tercatat masih tinggal di pengungsian, jumlah ini bertambah dari data hari sebelumnya.
Di Kecamatan Siwalan, banjir melanda tiga desa. Sementara di Sragi, ada empat desa terdampak.
Namun pengungsi di Sragi sudah berangsur kembali ke rumah masing-masing.
"Genangan sebagian sudah mulai surut, tapi ada juga yang justru tambah. Pengungsi sudah pulang, tetapi dapur umum masih tetap beroperasi," kata Camat Sragi Slamet Riyanto.
Sementata di Siwalan, pengungsi masih ada dan justru bertmbah.
Para pengungsi tersebar di tiga titik, yakni posko kantor Kecamatan Siwalan, panrik Lokatex, dan di sebuah rumah warga di Dusun Grabyak (Kecamatan Siwalan).
Ketinggian air di permukiman bervariasi, berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter.
Meski cuaca pada Minggu siang terpantau cerah, debit air masih tinggi.
Hujan deras yang turun tanpa jeda sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari membuat genangan makin meluas.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menyebut, hingga Minggu siang proses evakuasi masih dilakukan di sejumlah titik.
“Kurang lebih 214 warga sudah dievakuasi ke tiga posko utama,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan air terjadi cukup cepat meski hujan telah reda.
“Dari semalam hujan terus-menerus. Genangan naik cukup signifikan, sekitar 30 sampai 60 sentimeter,” katanya.
Di posko pengungsian, warga mulai bergantung pada bantuan logistik dan layanan kesehatan.
Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Sejumlah relawan dan petugas disiagakan untuk memantau kondisi pengungsi, sekaligus membantu evakuasi lanjutan jika diperlukan.
Tim gabungan dari berbagai unsur masih melakukan penyisiran di wilayah terdampak untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal di rumah.
Hingga Minggu sore, banjir belum sepenuhnya surut dan warga diminta tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.(nra)
Editor : Ida Nor Layla