METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Kerusakan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan kembali terjadi pada musim penghujan ini.
Jembatan di Dusun Randukuning, Desa Harjosari, Kecamatan Doro, ambrol. Sejak kejadian hingga saat ini masih ditutup total, belum bisa dilintasi.
Jembatan vital penghubung antardesa tersebut ambrol pada Kamis lalu 15 Januari 2026, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Disinyalir ambrol karena debit air sungai meningkat tajam hingga menggerus pondasi jembatan.
Baca Juga: Jembatan Presisi Dibangun, Akses Warga Kebandaran Bodeh Kini Lebih Aman
Struktur utama tak mampu menahan tekanan dan akhirnya runtuh. Pascakejadian, kepolisian setempat langsung menutup akses dengan garis polisi.
Pasalnya, kondisi jembatan terlalu berbahaya apabila dipaksa untuk dilintasi. Penutupan tidak hanya berlaku bagi kendaraan, tapi juga untuk pejalan kaki.
"Sampai saat ini masih kami tutup, garis polisi masih terpasang di sana. Kondisinya rawan sekali untuk dilintasi," kata Kapolsek Doro Iptu Faridin, Senin 19 Januari 2026.
Ia menambahkan, akses dialihkan ke jalur lain atau alternatif. Ada beberapa alternatif, salah satunya via Desa Sawangan.
"Pengalihan arus juga telah disosialisasikan kepada masyarakat setempat. Informasi penutupan dan jalur alternatif disampaikan melalui pengeras suara di masjid dan musala agar cepat diketahui warga," ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas PU-Taru Kabupaten Pekalongan Murdiarso mengatakan, jembatan tersebut segera akan ditangani. Tapi masih dalam proses penganggaran.
"Masih dalam kajian teknis dan penganggaran," singkatnya. (nra/ida)
Editor : Ida Nor Layla